Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Pasar Nikel Diproyeksi Defisit 2030

13 Oktober 2026 • zul • 19 kali dibaca
Jalan menuju jetty pengapalan bijih nikel di kawasan tambang nikel
Marwan Mohamad, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Konsumsi Tumbuh Lebih Cepat dari Produksi

Permintaan nikel ditopang dua sektor besar: baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik. Keduanya masih bertumbuh meski kecepatannya berbeda antarwilayah.

Di sisi pasokan, sejumlah proyek tambang baru menghadapi kendala perizinan dan pembiayaan. Produksi juga bergantung pada kualitas bijih dan kesiapan fasilitas pengolahan.

International Nickel Study Group memperkirakan pasar nikel dunia surplus sekitar 209.000 ton pada 2025. Surplus itu diperkirakan berlanjut pada 2026 dengan angka sekitar 261.000 ton.

Perbedaan angka antarlembaga riset hal biasa. Metodenya berbeda, begitu pula asumsi pertumbuhan kendaraan listrik dan kebijakan produksi di negara produsen.

Tata Atur
Iklan

Yang perlu dicatat, semua proyeksi harga jangka panjang bergantung pada asumsi. Kalau permintaan baterai melambat, fase defisit bisa tertunda beberapa tahun.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Posisi Indonesia sebagai Pemasok Utama Dunia

Indonesia kini menguasai sekitar 65 sampai 66 persen produksi nikel dunia. Porsi itu naik tajam dibandingkan periode 2020 sampai 2022 yang baru sekitar 30 persen.

Dewan Ekonomi Nasional menyoroti konsekuensi dari posisi tersebut. Tantangan Indonesia bukan lagi mengejar volume produksi, melainkan mengatur pasokan agar nilai tambah tetap terjaga.

Ekspansi yang terlalu agresif dinilai berisiko menambah kelebihan pasokan global. Kondisi itu bisa menekan harga dan pada akhirnya mengurangi penerimaan negara dari royalti.

Pemerintah juga tengah mengkaji pembatasan izin untuk smelter produk setengah jadi. Tujuannya menahan laju penambahan kapasitas di sektor yang pasokannya sudah berlimpah.

Kebijakan produksi Indonesia karena itu menjadi variabel penting bagi proyeksi mana pun. Ketika pasar berbalik defisit, disiplin kuota menentukan seberapa besar manfaat yang bisa diraih.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Pertama, proyeksi BMI adalah hasil kajian lembaga riset, bukan data resmi pemerintah. Angka itu bisa berbeda dengan proyeksi kementerian dan asosiasi industri.

Kedua, belum ada pernyataan resmi pemerintah tentang sikap atas proyeksi tersebut. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum memberi tanggapan khusus.

Ketiga, dampak proyeksi defisit terhadap kuota produksi nasional belum dihitung terbuka. Belum jelas apakah kuota akan dilonggarkan saat pasar mulai defisit.

Keempat, asumsi konsumsi baterai dalam laporan itu belum dirinci. Kecepatan adopsi kendaraan listrik di berbagai negara masih dapat berubah.

Implikasi bagi Smelter dan Hilirisasi

Kalau proyeksi defisit terwujud, smelter yang sudah beroperasi akan diuntungkan. Pasokan bahan baku dan harga jual produk olahan berpeluang membaik.

Sebaliknya, periode surplus yang masih tersisa menuntut efisiensi. Smelter dengan biaya produksi tinggi dan kadar bijih rendah paling rentan bertahan di fase ini.

Pemerintah mendorong hilirisasi ke produk jadi agar nilai tambah lebih besar. Arah itu sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan setengah jadi.

Karena itu, keputusan produksi hari ini menentukan posisi Indonesia pada 2030. Produksi yang tertata membuat negara siap memanen kenaikan permintaan saat fase defisit tiba.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan pasar nikel global diperkirakan defisit?

BMI memperkirakan pasar nikel mulai defisit pada 2030 sebesar 25.000 metrik ton. Defisit itu melebar menjadi 173.000 metrik ton pada 2031 dan 231.000 metrik ton pada 2032.

Berapa harga nikel yang diproyeksikan pada 2032?

BMI memproyeksikan harga rata-rata nikel mencapai US$22.000 per metrik ton pada 2032. Sebelumnya, harga rata-rata 2030 diperkirakan sekitar US$19.000 per metrik ton.

Berapa kontribusi Indonesia terhadap produksi nikel dunia?

Indonesia menguasai sekitar 65 sampai 66 persen produksi nikel dunia. Porsinya naik dari sekitar 30 persen pada periode 2020 sampai 2022.

Rincian proyeksi dapat dibaca di Bloomberg Technoz, Koridor, dan Suara.com. SuaraLutim juga pernah memberitakan kebutuhan bijih nikel smelter yang mencapai 320 juta ton dan harga nikel yang tertekan kebijakan kuota.

Ikuti terus kabar tambang nasional dan komoditas lain di SuaraLutim.com.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga