Minggu, 1 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: PLTU Captive akan Keluar dari DMO

27 Oktober 2026 • zul • 75 kali dibaca
Ilustrasi kompleks PLTU batu bara Suralaya di Cilegon, Banten, sebagai gambaran pembangkit terhubung jaringan PLN
satari, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Dampak ke Penambang Batu Bara

Bagi penambang, kebijakan ini mengubah cara menghitung pemenuhan kewajiban. Pasokan ke smelter tidak lagi bisa dipakai untuk menutup target DMO, sehingga penjualan ke PLN menjadi lebih menentukan.

Kontrak jangka panjang biasanya memuat klausul volume dan harga. Perubahan definisi DMO bisa memaksa renegosiasi, terutama untuk pengapalan yang sudah dijadwalkan pada kuartal berikutnya.

Penambang yang selama ini mengandalkan pembeli smelter perlu menyesuaikan kontrak. Sebagian di antaranya mungkin harus mencari pembeli baru atau mengurangi volume produksi.

Di sisi lain, kebijakan ini bisa memperkuat posisi PLN dalam negosiasi pasokan. Dengan porsi DMO yang lebih fokus, kebutuhan pembangkit utama lebih terlindungi.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Respons Pasar dan Industri

Emiten batu bara juga perlu menghitung ulang porsi penjualan domestik dan ekspor. Perubahan kecil pada persentase DMO bisa menggeser proyeksi pendapatan secara signifikan.

Pasar batu bara biasanya bereaksi cepat terhadap perubahan aturan DMO. Setiap isyarat pemisahan porsi domestik memengaruhi perhitungan biaya dan proyeksi pendapatan emiten.

Asosiasi pengusaha tambang sebelumnya menyoroti risiko kekurangan pasokan bila perhitungan DMO dipersempit. Mereka menilai kebutuhan listrik, semen, pupuk, dan kertas harus dihitung bersama agar tidak terjadi tarik menarik.

Asosiasi selama ini menekankan pentingnya kepastian aturan agar investasi tidak tertahan. Ketidakjelasan definisi DMO disebut membuat perencanaan produksi dan penjualan sulit dilakukan.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari asosiasi industri mengenai rencana terbaru ESDM. Sikap mereka akan menentukan arah pembahasan berikutnya.

Kaitan dengan Kondisi Pembangkit

Isu DMO selalu terkait dengan kondisi pembangkit di lapangan. Tahun ini ada pembangkit yang berhenti beroperasi karena persoalan pasokan dan keekonomian, seperti dibahas dalam artikel PLTU Banjarsari berhenti sejak Juli.

Pemerintah juga pernah meminta pasokan batu bara kalori tinggi untuk pembangkit tertentu. Kebijakan itu menunjukkan bahwa kualitas batu bara, bukan hanya volumenya, menjadi persoalan, seperti diulas dalam artikel batu bara kalori tinggi untuk PLTU.

Dengan porsi DMO yang lebih terfokus, pemerintah berharap pasokan untuk pembangkit utama lebih mudah dijamin. Namun kualitas dan harga tetap menjadi dua variabel yang tidak bisa dipisahkan.

Apa yang Diketahui

ESDM berencana mengeluarkan PLTU captive, terutama yang memasok smelter, dari perhitungan DMO penambang. Penugasan DMO hanya akan memuat pembangkit yang terhubung dengan sistem kelistrikan PLN.

PLTU captive tidak akan mendapat harga DMO 70 dolar Amerika Serikat per metrik ton dan harus membeli dengan harga pasar. Kebijakan belum berlaku dan diperkirakan diterapkan dalam waktu dekat.

Pernyataan itu disampaikan Tri Winarno pada 23 Oktober 2026. Pada 2025, alokasi DMO untuk smelter sekitar 70 juta ton dari target 239 juta ton menurut IRESS.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Belum terkonfirmasi tanggal penerapan dan bentuk hukum kebijakan tersebut. Tidak ada keputusan menteri atau salinan aturan yang dipublikasikan sampai sekarang.

Belum jelas pula apakah kebijakan berlaku untuk seluruh PLTU captive atau hanya yang memasok smelter. Pernyataan pejabat menyebut smelter, tetapi cakupan teknisnya belum dirinci.

Dampak terhadap target DMO 2027 juga belum dihitung resmi. Angka kebutuhan batu bara untuk PLN tahun depan masih dalam pembahasan.

FAQ Seputar DMO Batu Bara dan PLTU Captive

Apa itu DMO batu bara? Kewajiban penambang memasok sebagian produksi untuk kebutuhan dalam negeri, terutama pembangkit listrik, dengan harga yang diatur pemerintah.

Mengapa PLTU captive dikeluarkan? Karena pembangkit itu melayani kebutuhan sendiri dan membeli batu bara dengan harga pasar, sehingga tidak seharusnya dihitung sebagai pemenuhan kewajiban domestik.

Apakah kebijakan sudah berlaku? Belum. Pejabat ESDM menyebut penerapannya akan berlangsung dalam waktu dekat, tanpa tanggal pasti.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga