Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Viral Hari Ini: Iklan Google Bisa Pakai Data Gmail

24 Oktober 2026 • zul • 15 kali dibaca
Papan nama kantor pusat Google di Mountain View, California
Erik Moller, Public domain, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Respons Google dan Bantahan

Juru bicara Google menyatakan klarifikasi kebijakan ini tidak mengubah cara perusahaan menangani data bersama mitra iklan. Perusahaan menegaskan tidak memindai seluruh kotak masuk untuk memperkaya profil iklan. Data juga tidak diberikan kepada pihak ketiga.

Namun Google mengakui bahwa jika pengguna memasukkan data pribadi ke alat pencarian AI, iklan yang tampil bisa didasarkan pada informasi tersebut. Pengakuan itu disampaikan kepada media teknologi dan dikutip ulang sejumlah pemberitaan. Isinya memperjelas bahwa data pribadi memang menjadi salah satu elemen penargetan.

Google juga menekankan bahwa koneksi aplikasi bersifat opsional dan bisa dicabut kapan saja. Bagi perusahaan, kendali tetap berada di tangan pengguna. Bagi kritikus, persoalannya bukan sekadar kendali, melainkan kerumitan pengaturan yang membuat banyak orang tidak menyadarinya.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa yang Diketahui

Kebijakan privasi baru Google berlaku sejak 16 Oktober 2026 dan menambahkan pengecualian untuk data Gmail, Drive, dan Photos. Pengecualian aktif bila pengguna menghubungkan layanan itu ke layanan Google lain yang mendukung iklan personal. Personal Intelligence menjadi jalur utama koneksi tersebut.

Google menyatakan pengiklan tidak menerima data mentah maupun identitas pribadi. Iklan juga tidak memakai kategori sensitif seperti agama dan kesehatan. Setelan koneksi aplikasi bisa diputus melalui menu Data dan privasi di akun Google.

Perubahan ini pertama kali dilaporkan Android Authority dan kemudian diulas The Verge serta 9to5Google. Google mengonfirmasi bahwa klarifikasi kebijakan tidak mengubah hubungan perusahaan dengan mitra iklannya.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Belum ada penjelasan rinci seberapa besar pengaruh data terhubung terhadap iklan yang benar-benar tampil. Google tidak mempublikasikan metode pembobotan sinyal iklannya. Karena itu, besaran dampaknya sulit diukur pihak luar.

Belum jelas pula apakah Personal Intelligence akan tetap bersifat pilihan di masa depan. Google menyebut fitur itu opt in untuk saat ini, tanpa menjamin keberlanjutan kebijakan tersebut. Perubahan status itu akan sangat memengaruhi jumlah pengguna yang terkena.

Belum ada audit independen atas klaim bahwa pengiklan tidak bisa mengakses data mentah. Regulator di beberapa negara diperkirakan akan meminta penjelasan lebih lanjut. Sampai ada hasil pemeriksaan, penilaian publik masih bertumpu pada pernyataan perusahaan.

Dampak bagi Pengguna di Indonesia

Pengguna di Indonesia belum tentu mendapat fitur ini pada waktu yang sama. Peluncuran Personal Intelligence biasanya mengikuti ketersediaan bahasa dan pasar. Namun perubahan kebijakan privasi Google berlaku global, termasuk untuk pengguna di Tanah Air.

Bagi pekerja yang memakai Gmail untuk urusan kantor, risikonya lebih besar. Kotak masuk berisi dokumen, kontrak, dan komunikasi klien. Jika akun itu terhubung ke fitur AI, konteks pekerjaan bisa masuk ke sistem personalisasi yang sama.

Langkah paling aman adalah memeriksa setelan secara berkala. Pengguna bisa memisahkan akun kerja dan pribadi, lalu hanya menghubungkan aplikasi yang benar-benar dibutuhkan. Kebiasaan ini sederhana, tetapi membantu membatasi paparan data.

FAQ Seputar Iklan Google dan Data Gmail

Apakah Google membaca isi Gmail untuk iklan?

Google menyatakan tidak memindai seluruh kotak masuk untuk memperkaya profil iklan. Namun jika pengguna menghubungkan Gmail ke layanan seperti Search atau Gemini melalui Personal Intelligence, data itu bisa memengaruhi iklan yang tampil.

Bagaimana cara mematikan fitur ini?

Buka pengaturan akun Google, pilih Data dan privasi, lalu masuk ke Personalisasi dan aktivitas. Di sana pengguna bisa memutus aplikasi konten terhubung atau mematikan rekomendasi personal di layanan Search sepenuhnya.

Apakah data yang sudah terhubung bisa dihapus?

Memutus koneksi tidak otomatis menghapus data yang sudah tersimpan. Sebagian informasi bisa tetap berada di riwayat layanan Search. Pengguna perlu menghapus riwayat aktivitas secara terpisah untuk membersihkannya.

Sumber artikel ini adalah laporan 9to5Google, ulasan The Verge, dan penjelasan teknis Android Authority. Teks kebijakan resmi bisa dibaca di halaman privasi Google. Konteks adopsi AI di kawasan dibahas dalam artikel 243 juta orang Asia Tenggara pakai AI, sedangkan risiko agen otonom dibahas pada artikel agen OpenAI lumpuhkan pemantauan sendiri.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga