Aksi jual asing dan saham bank
Data sesi pertama menunjukkan investor asing mencatat penjualan bersih. IDN Financials melaporkan net sell Rp912,37 miliar di seluruh pasar pada sesi I. Nilai penjualan asing mencapai Rp2,4 triliun, sementara pembelian Rp1,49 triliun.
Saham bank menjadi sasaran utama pelepasan. Bank sentral dan bank besar menjadi penekan indeks karena bobotnya besar. Ketika saham perbankan turun, indeks sulit bertahan meski sebagian saham lain menguat.
Aksi jual asing tidak selalu berlanjut ke sesi berikutnya. Namun, bila tekanan berlanjut, risiko margin call bagi investor dengan dana pinjaman ikut meningkat. Analis menyoroti hal itu sebagai risiko jangka pendek yang perlu dipantau.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Bursa Asia dan global bergerak campuran
Bursa Asia bergerak mayoritas melemah. Hang Seng Composite di Hong Kong turun 0,59 persen, Straits Times Singapura minus 0,01 persen, dan Shanghai Composite turun 0,82 persen. Nikkei 225 Jepang justru menguat 1,10 persen.
Bursa Eropa bergerak dominan menguat. DAX Jerman naik 0,69 persen dan FTSE 100 Inggris plus 0,40 persen. Bursa Amerika juga ditutup hijau dengan S&P 500 naik 0,28 persen, Nasdaq 0,27 persen, dan Dow Jones 0,19 persen.
Pola itu menunjukkan pelemahan IHSG lebih ditentukan faktor domestik dan regional. Bursa global yang hijau seharusnya memberi dukungan, tetapi tidak cukup menahan aksi jual di pasar saham Indonesia. Kombinasi faktor domestik dan global membuat tekanan terasa lebih dalam.
Konteks pekan ini
Pelemahan hari ini melanjutkan tekanan yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Aksi jual asing menjadi salah satu penyebab yang berulang. Hal itu terlihat dari data net sell pada sesi pertama hari ini.
Sebelumnya, pasar sempat mencoba rebound. Artikel Berita Indonesia: IHSG Rebound ke 5.439 Usai Tekanan MSCI mencatat penguatan pada 23 Oktober. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama.
Tekanan besar pernah terjadi pada 16 Oktober ketika perdagangan sempat dihentikan. Artikel Berita Indonesia: Rupiah Tembus Rp18.021, IHSG Dihentikan merangkum peristiwa itu. Sejak saat itu, indeks bergerak dalam rentang yang lebar.
Apa yang diketahui
Yang sudah terkonfirmasi, IHSG ditutup turun 3,49 persen ke level 5.098 pada 29 Oktober 2026. Sebanyak 624 saham melemah, 98 saham menguat, dan 70 saham stagnan. Seluruh sektor ikut terkoreksi.
Rupiah ditutup menguat 0,26 persen ke Rp18.137 per dolar Amerika Serikat. The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75 sampai 4,00 persen. Imbal hasil surat utang Amerika tenor 10 tahun naik ke 5,042 persen.
Nilai transaksi dilaporkan berbeda oleh tiga media, yaitu Rp10,13 triliun, Rp11,22 triliun, dan Rp11,23 triliun. Perbedaan itu terkait cakupan pasar yang dihitung. Angka pasti bisa berbeda bila memakai basis pasar reguler saja.
Apa yang belum terkonfirmasi
Belum ada kesimpulan resmi soal penyebab utama pelemahan hari ini. Bursa Efek Indonesia belum merilis penjelasan rinci mengenai pemicu aksi jual. Analis masih membagi penyebab pada faktor global dan domestik.
Data aliran dana asing untuk seluruh sesi belum tersedia lengkap dalam laporan yang dikutip artikel ini. Angka net sell Rp912,37 miliar hanya mencakup sesi pertama. Belum diketahui berapa nilai akhir sepanjang hari.
Dampak ke pasar obligasi dan nilai tukar dalam beberapa hari ke depan juga belum bisa dipastikan. Artikel ini akan diperbarui bila ada data resmi baru. Pembaca sebaiknya tidak menyimpulkan arah pasar hanya dari satu hari perdagangan.
FAQ seputar pelemahan IHSG
Berapa level penutupan IHSG pada 29 Oktober 2026?
IHSG ditutup di level 5.098, turun 184,25 poin atau 3,49 persen. CNBC Indonesia mencatat angka lebih rinci, yaitu 5.098,06 dengan penurunan 184,26 poin.
Berapa saham yang melemah?
Sebanyak 624 saham melemah, 98 saham menguat, dan 70 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral ikut berada di zona merah.
Apakah rupiah juga melemah?
Tidak. Rupiah justru ditutup menguat 0,26 persen ke Rp18.137 per dolar Amerika Serikat pada Kamis sore.
Sumber utama artikel ini adalah data perdagangan Bursa Efek Indonesia yang dikutip CNN Indonesia, CNBC Indonesia, dan Warta Ekonomi.
Baca juga
- Viral Hari Ini: Eks Presiden Korsel Dituntut Hukuman Mati
- Berita Indonesia: BGN Tutup Permanen 2.000 Dapur MBG
- Berita Politik: Eks Wamen Imipas Didakwa Peras Rp168,9 M
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


