Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Anjungan Malili Bersih dari Knalpot Brong

17 Oktober 2026 • Admin • 24 kali dibaca
Razia knalpot brong di kawasan Anjungan Malili oleh Satlantas Polres Luwu Timur
Gambar: Dok. Karebata.id (Satlantas Polres Luwu Timur mengamankan 17 sepeda motor berknalpot brong di Anjungan Malili, 16 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur mengamankan 17 sepeda motor dalam razia knalpot brong di kawasan Anjungan Malili, Kecamatan Malili, pada Jumat malam (16/10/2026). Penertiban itu menjadi jawaban atas keluhan warga yang menilai suara knalpot bising mengganggu kenyamanan kawasan wisata tepi sungai tersebut.

Bagi pariwisata lutim, kejadian ini memperlihatkan sisi lain pengelolaan destinasi: kenyamanan pengunjung tidak hanya ditentukan pemandangan, tetapi juga ketertiban di sekitar lokasi.

Pariwisata Lutim: Razia di Kawasan Anjungan Malili

Razia menyasar kendaraan yang menggunakan knalpot brong atau knalpot tidak sesuai standar pabrikan. Penertiban dilakukan pada Jumat malam, saat kawasan Anjungan Malili biasanya ramai dikunjungi warga yang berjalan santai, berfoto, atau duduk di tepi sungai.

Menurut keterangan kepolisian, langkah itu diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat yang semakin meningkat, termasuk yang ramai dibicarakan di media sosial dan di tengah warga. Keluhan utamanya sederhana: suara kendaraan yang bising membuat pengunjung, terutama keluarga dengan anak kecil, merasa terganggu.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Keterangan Kasat Lantas Polres Luwu Timur

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur, Iptu Malkadri Ibrahim, menyatakan penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut dari aspirasi warga. Menurutnya, keluhan masyarakat tidak bisa dibiarkan berlarut karena berkaitan langsung dengan rasa aman dan nyaman di ruang publik.

“Kita amankan belasan motor di anjungan yang menggunakan knalpot brong,” katanya.

Ia menambahkan, penindakan serupa akan terus dilakukan bila keluhan warga masih berlanjut. Pernyataan itu menempatkan ketertiban kawasan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat, bukan sekadar agenda razia sesaat.

Syarat Pengambilan Kendaraan yang Diamankan

Pemilik kendaraan yang terjaring tidak otomatis kehilangan motornya. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sebelum kendaraan bisa dibawa pulang. Syarat itu diarahkan bukan hanya untuk menghukum, tetapi untuk memastikan kendaraan kembali ke jalan dalam kondisi sesuai aturan.

  • Mengganti knalpot brong dengan knalpot yang sesuai standar.
  • Melengkapi kelengkapan kendaraan yang diwajibkan.
  • Membawa surat pernyataan dari pemerintah desa.
  • Membawa surat pernyataan dari orang tua pemilik kendaraan.

Kebijakan itu menempatkan pengambilan kendaraan sebagai proses pembinaan, bukan transaksi singkat di lokasi razia.

Mengapa Orang Tua Dilibatkan

Pelibatan orang tua menjadi bagian yang paling banyak dibicarakan dari razia ini. Kasat Lantas menjelaskan bahwa orang tua umumnya berperan dalam pembelian kendaraan yang digunakan anak-anak mereka, sehingga tanggung jawab perlu dibagi bersama.

“Kenapa harus orang tuanya, karena mereka yang membelikan. Jadi mereka harus membuat surat pernyataan, sehingga ke depan apabila masih berulah, langsung ditindak tegas,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar pengendara yang terjaring merupakan remaja. Karena itu, pendekatan yang dipilih mengarah pada pembinaan keluarga: sekolah, desa, dan orang tua diminta ikut mengingatkan agar kendaraan tidak dimodifikasi menjadi sumber gangguan bagi lingkungan.

Anjungan Sungai Malili dan Wajah Baru Ruang Publik

Anjungan Sungai Malili dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu ruang publik paling sering dikunjungi warga Malili. Kawasan ini dipakai untuk jalan pagi, olahraga ringan, acara komunitas, hingga sekadar menikmati suasana sungai pada sore hari.

Penataan kawasan membuat tepian sungai lebih tertata, dan rangkaian kegiatan warga kerap digelar di sana, sebagaimana pernah dibahas dalam artikel Wisata Luwu Timur: Sungai Malili dan Festival Tahunan serta laporan Wisata Luwu Timur: Menyusuri Anjungan Sungai Malili.

Kenyamanan Pengunjung sebagai Ukuran Destinasi

Dalam pengelolaan wisata, kebisingan sering dianggap persoalan kecil. Padahal, bagi destinasi yang ramai dikunjungi keluarga, suara bising bisa menjadi alasan pertama orang memilih tempat lain. Wisatawan yang datang untuk bersantai biasanya mencari suasana tenang, bukan pertunjukan suara mesin.

Karena itu, penertiban knalpot di kawasan Anjungan Malili punya kaitan langsung dengan citra destinasi. Kawasan yang terasa tertib akan lebih mudah direkomendasikan, baik dari mulut ke mulut maupun lewat unggahan warga di media sosial. Sebaliknya, keluhan yang menumpuk di kanal digital dapat cepat membentuk persepsi negatif.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga