Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Stok Beras 4,56 Juta Ton Cetak Rekor

23 Oktober 2026 • zul • 32 kali dibaca
Petani memanen padi di sawah, ilustrasi produksi beras nasional
Foto: Crisco 1492 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia soal pangan kembali mencuat setelah pemerintah mengumumkan cadangan beras nasional menembus 4,56 juta ton pada Oktober 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut angka itu sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Pengumuman disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Data tersebut disampaikan melalui siaran BPMI Sekretariat Presiden.

Menurut Amran, ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi sangat aman hingga Juli tahun depan. Kondisi itu ditopang persediaan di berbagai sektor serta potensi panen padi. Pemerintah menghitung potensi panen dari lahan seluas 10 juta ton gabah. Angka tersebut menjadi dasar keyakinan bahwa stok tidak akan menipis dalam beberapa bulan ke depan.

Cadangan beras pemerintah dikelola Perum Bulog. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pada 20 Oktober 2026 melaporkan stok beras pemerintah sekitar 4,55 juta ton. Selisih kecil dengan angka 4,56 juta ton berasal dari perbedaan waktu pencatatan. Data Kementerian Pertanian merujuk posisi akhir Oktober, sedangkan laporan Bulog dibuat beberapa hari sebelumnya.

Berita Indonesia: Stok Beras 4,56 Juta Ton

Angka 4,56 juta ton jauh di atas kebutuhan operasional bulanan Bulog. Dengan penyaluran normal, cadangan sebesar itu cukup menjadi penyangga ketika panen terganggu cuaca. Pemerintah memakai cadangan tersebut untuk stabilisasi harga dan bantuan pangan.

Tata Atur
Iklan

Amran menyebut stok pernah menyentuh level lebih tinggi, yaitu 5,7 juta ton. Namun ia tidak merinci kapan posisi itu terjadi. Yang jelas, pemerintah menempatkan cadangan beras sebagai instrumen utama menghadapi gejolak pangan global.

Kantor berita ANTARA mengutip pernyataan Amran bahwa stok tersebut merupakan hasil kebijakan penguatan cadangan pangan secara masif. Kebijakan itu dijalankan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pembaca yang memantau harga pasar bisa membandingkan dengan artikel Viral Nusantara: Harga Beras dan Cabai Naik Hari Ini.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Delapan Komoditas yang Disebut Swasembada

Pemerintah menyatakan status swasembada telah dicapai pada delapan komoditas utama. Kedelapan komoditas itu adalah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Klaim tersebut berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klaim itu saat membuka sidang kabinet. Ia menyebut swasembada pangan sebagai prestasi paling utama dalam dua tahun pemerintahannya. Menurutnya, dalam situasi krisis, uang tidak selalu bisa dipakai untuk membeli beras dari negara lain, seperti dilaporkan Kompas.com.

Klaim swasembada perlu dibaca dengan hati-hati. Swasembada dalam definisi pemerintah berarti produksi domestik mampu memenuhi konsumsi, bukan berarti Indonesia tidak lagi mengimpor sama sekali. Impor pada periode tertentu masih bisa terjadi untuk menjaga mutu, stok penyangga, atau komitmen dagang.

Perbandingan dengan Stok Oktober 2023

Bapanas mencatat stok cadangan beras pemerintah saat ini meningkat sekitar 201 persen dibandingkan Oktober 2023. Kala itu stok berada di angka 1,51 juta ton. Lonjakan sebesar itu menunjukkan perubahan besar dalam pengelolaan cadangan dalam tiga tahun.

Kepala Bapanas menyebut penyaluran cadangan beras pemerintah melalui Bulog dari Januari hingga 20 Oktober 2026 mencapai 2,84 juta ton. Dengan penyaluran sebesar itu, stok justru naik. Artinya, pengadaan beras dari petani jauh melampaui jumlah yang disalurkan ke masyarakat.

Rincian tersebut dihimpun dari keterangan Bapanas yang dikutip ANTARA. Pemerintah menargetkan penyaluran beras pemerintah hampir mencapai 4 juta ton hingga akhir tahun. Target itu mencakup bantuan pangan dan operasi pasar. Sebelumnya, Bulog juga menyiapkan stok premium sebagaimana dibahas dalam artikel Berita Indonesia: Bulog Siapkan 300 Ribu Ton Beras Premium.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga