Luwu Timur — Komando Distrik Militer (Kodim) 1403/Palopo bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar aksi pembersihan di Pasar Sentral Masamba, Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba. Kegiatan itu digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, sebagai bagian dari rangkaian karya bakti teritorial. Aksi serupa lazim digelar menjelang hari jadi TNI karena menyatukan peran pertahanan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kegiatan bakti teritorial ini melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari personel TNI, unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Selain bersifat simbolis, kegiatan itu menjadi sarana mempererat kerja sama antarinstansi di lapangan.
Luwu Timur dan Tradisi Karya Bakti Teritorial
Bagi daerah di kawasan Luwu Raya, termasuk Luwu Timur, kegiatan karya bakti bukan hal asing. Satuan teritorial di tingkat kodim dan koramil rutin terlibat membantu pemerintah daerah, mulai dari perbaikan fasilitas umum hingga penanganan bencana.
Sejumlah instansi pemerintah daerah yang turut mendukung aksi pembersihan Pasar Sentral Masamba meliputi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian.
Keterlibatan banyak perangkat daerah menunjukkan pembersihan pasar tidak bisa dikerjakan hanya dengan tenaga dan peralatan terbatas. Pasar dengan aktivitas harian padat memerlukan penanganan sampah, penataan pedagang, dan pengaturan arus kendaraan secara bersamaan.
Pasar Sentral Masamba sebagai Pusat Aktivitas Ekonomi
Pasar Sentral Masamba dipilih menjadi sasaran utama pembersihan karena merupakan pusat aktivitas perdagangan yang setiap hari digunakan oleh pedagang dan masyarakat luas. Melalui aksi ini, diharapkan kondisi pasar menjadi lebih bersih dan nyaman untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Kebersihan pasar memiliki kaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan pembeli. Pasar yang tertata cenderung mendatangkan lebih banyak pengunjung, sehingga omzet pedagang ikut terbantu.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi dan semangat gotong royong antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik serta menjaga kualitas fasilitas publik di Kabupaten Luwu Utara.
HUT ke-81 TNI dan Makna Karya Bakti
Tentara Nasional Indonesia memperingati hari jadinya setiap 5 Oktober, merujuk pada pembentukan Tentara Keamanan Rakyat pada 5 Oktober 1945. Pada 2026, peringatan itu memasuki usia ke-81 tahun. Sejumlah rangkaian kegiatan biasanya digelar lebih awal, termasuk karya bakti di ruang publik.
Pilihan lokasi di pasar, terminal, atau fasilitas umum lain bukan kebetulan. Titik-titik itu adalah tempat masyarakat berkumpul setiap hari, sehingga hasil kerja bakti bisa langsung dirasakan. Kegiatan juga menjadi kesempatan bagi satuan teritorial untuk bertemu warga di luar konteks tugas penegakan keamanan.
Pola serupa juga terbangun di daerah lain. Di Luwu Timur, peran aparat dalam kegiatan masyarakat sering tampil dalam pemberitaan, misalnya melalui artikel tentang pemeriksaan internal yang dilakukan Propam terhadap personel Polres Lutim sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan.
Gotong Royong sebagai Perekat Sosial
Aksi pembersihan bersama juga berfungsi sebagai perekat sosial. Ketika TNI, Polri, ASN, dan warga bekerja di lokasi yang sama, jarak sosial yang biasanya terasa di ruang formal menjadi lebih cair.
Bagi pemerintah daerah, momen seperti ini bisa dipakai untuk menjaring keluhan warga secara langsung. Pedagang sering menyampaikan persoalan drainase, penerangan, atau penataan lapak saat petugas berada di lokasi.
Kegiatan kebersihan juga berkaitan dengan program lingkungan daerah. Praktik pengelolaan sampah yang lebih tertata, seperti yang pernah dibahas dalam artikel tentang kunjungan bupati ke warga Wotu dengan sampah sebagai sorotan, memperlihatkan bahwa isu kebersihan selalu menjadi perhatian utama masyarakat.