Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
SuaraLutim.com, Luwu Timur – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan menempatkan penyebaran investasi ke luar Pulau Jawa sebagai peluang yang layak ditangkap pengusaha muda Luwu Timur. Organisasi yang dipimpin Andi Amar Ma’ruf Sulaiman — Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Partai Gerindra yang juga Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan periode 2024–2027 — berada di barisan pengurus yang menilai arus modal ke daerah sebagai fondasi tumbuhnya usaha baru, bukan sekadar angka di siaran pers. Penilaian itu merujuk pada keterangan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Ade Jona Prasetyo di Jakarta, Selasa (20/10/2026), yang mengapresiasi capaian ekonomi dan investasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Apa yang dicatat HIPMI dari dua tahun pemerintahan
Dalam keterangan yang dikutip kantor berita ANTARA, HIPMI menyoroti realisasi investasi nasional sepanjang Oktober 2024 hingga September 2026 yang mencapai Rp3.923,2 triliun berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Angka itu disertai penyerapan tenaga kerja sekitar 5,48 juta orang.
Yang paling relevan bagi daerah adalah komposisinya: investasi di luar Pulau Jawa tercatat Rp2.031 triliun, atau 51,8 persen dari total investasi nasional pada periode yang sama. Artinya, lebih dari separuh uang yang ditanam di Indonesia tidak lagi menumpuk di pusat-pusat bisnis Jawa.
“Kami melihat berbagai perkembangan positif dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, terutama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, serta memperkuat agenda hilirisasi nasional,” kata Ade Jona dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya keberlanjutan kebijakan pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing perekonomian nasional. “Bagi dunia usaha, ini menjadi modal penting untuk terus membangun optimisme dan memperluas kegiatan ekonomi,” ujarnya.
Soal porsi luar Jawa, HIPMI memberi penekanan tersendiri. “Investasi yang terus masuk merupakan salah satu indikator penting kepercayaan dunia usaha terhadap prospek Indonesia. Yang juga patut kita apresiasi adalah semakin besarnya porsi investasi di luar Jawa,” ucapnya. Menurut dia, persebaran itu membuat peluang pertumbuhan ekonomi di daerah semakin terbuka.
Selain investasi, HIPMI mengapresiasi pertumbuhan ekonomi 5,11 persen sepanjang 2025 — lebih tinggi dari 5,03 persen pada 2024 — serta 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Mengapa angka luar Jawa penting bagi Luwu Timur
Bagi pembaca di Luwu Timur, pertanyaannya sederhana: seberapa besar arus investasi itu menyentuh kabupaten penghasil nikel ini? Salah satu titik paling nyata ada di Sorowako. PT Vale Indonesia Tbk, anggota holding MIND ID, menjalankan proyek pertumbuhan terintegrasi Sorowako Limonite (Sorlim) yang mengolah bijih nikel kadar rendah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.
Melansir Investor.id, Sorlim merupakan proyek bernilai 2,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp37,03 triliun, dikerjakan bersama Huayou Cobalt di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Fasilitas itu dirancang mengolah 11,5 juta ton bijih limonit menjadi 60 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun. MHP adalah bahan utama pembuatan nikel sulfat dan kobalt sulfat, dua material kunci baterai kendaraan listrik.
“Progress tambang sudah signifikan, mencapai 50 persen. Pekerjaan stockpile juga terus berlanjut, dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026,” kata Director & Chief Project Officer Vale Indonesia Muhammad Asril, seperti dikutip Investor.id. Untuk pembangunan pabrik pengolahan, “progres pembangunan High Pressure Acid Leaching (HPAL) telah mencapai 19 persen. Semuanya masih on schedule, dan mechanical completion ditargetkan pada kuartal II-2027,” ujarnya.
Proyek sebesar itu tidak berdiri sendiri. Di sekitarnya selalu ada kebutuhan barang dan jasa: penyediaan bahan, transportasi, katering, perawatan alat, pengelolaan lingkungan, hingga penginapan pekerja. Inilah bagian dari Rp2.031 triliun investasi luar Jawa yang bisa berdampak langsung ke warung, bengkel, katering rumahan, dan perusahaan jasa kecil di Luwu Timur — asalkan pelakunya siap memenuhi standar yang diminta.
Dari tambang ke jasa pendukung
Peluang terbesar bagi usaha kecil di lingkar tambang biasanya bukan menjadi rekanan utama, melainkan pemasok lapis kedua dan ketiga: kebersihan area, laundry, katering harian, angkutan ringan, dan perawatan taman. Kuncinya bukan menawar harga paling rendah, melainkan memenuhi standar secara berulang — barang datang tepat waktu, kualitas stabil, administrasi tertib, dan keselamatan kerja diperhatikan.


