Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Menjaga Warisan Pendidikan Ponpes Lauwo

1 November 2026 • Admin • 26 kali dibaca
Haul ke-6 pendiri Ponpes Nurul Junaidiyah Lauwo Burau, kegiatan PAN Luwu Timur
Gambar: Dok. Luwuraya.com
ASM Group
Iklan

Ruang Kelas Baru dan Kebun Alpukat

Peresmian bangunan kelas baru menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan di pesantren tersebut. Penambahan ruang kelas biasanya menjadi penanda bertambahnya santri, dan pada saat yang sama menuntut tambahan tenaga pengajar, peralatan, serta biaya operasional bulanan.

Penanaman bibit alpukat di lingkungan pesantren layak dibaca dalam kerangka yang sama. Pesantren yang mandiri secara ekonomi punya ruang lebih besar untuk menahan kenaikan biaya pendidikan. Kebun produktif memang tidak menyelesaikan seluruh kebutuhan, tetapi ia memberi contoh bahwa lembaga pendidikan bisa mengelola sumber daya sendiri.

Mengapa Fasilitas Menentukan Mutu

Di banyak pesantren, mutu lulusan sangat bergantung pada tiga hal sederhana: ruang belajar yang memadai, guru yang bertahan, dan akses bacaan. Ketiganya bersinggungan langsung dengan ketersediaan dana. Karena itu, pembangunan kelas dan penanaman tanaman produktif bukan urusan pinggiran, melainkan bagian dari strategi keberlanjutan lembaga.

Untuk Luwu Timur, keberadaan pesantren yang stabil juga membantu menahan laju perpindahan pelajar ke daerah lain. Setiap santri yang belajar di kampung halaman berarti satu keluarga tidak perlu menanggung biaya tempat tinggal di kota.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Pendidikan Islam dan SDM Luwu Timur

Diskusi tentang sumber daya manusia di Luwu Timur sering terpusat pada pelatihan kerja dan sertifikasi keterampilan. Itu penting, tetapi tidak lengkap. Ketersediaan tenaga kerja terampil harus berjalan bersama pembentukan karakter, dan di situlah lembaga pendidikan keagamaan memainkan peran.

Pesantren seperti Nurul Junaidiyah Lauwo mengerjakan bagian yang jarang terlihat dalam statistik: membiasakan disiplin harian, melatih membaca kitab, dan menjaga adab dalam pergaulan. Hasilnya tidak muncul dalam satu tahun anggaran, tetapi terasa ketika lulusannya masuk dunia kerja atau kembali ke masyarakat.

Karena itu, ajakan kedua legislator Fraksi PAN tersebut sebaiknya dibaca sebagai usulan kebijakan, bukan hanya seruan moral. Dukungan untuk pesantren bisa berbentuk beasiswa santri, pelatihan guru, bantuan sarana, atau kemudahan perizinan. Semua itu bisa dianggarkan, dan semuanya bisa diawasi publik.

Kehadiran Pemerintah Daerah

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Puspawati Husler membacakan sambutan Bupati Luwu Timur yang berisi penghargaan atas jasa almarhum dalam bidang pendidikan dan dakwah. Pemerintah daerah berharap Ponpes Nurul Junaidiyah terus berperan mencetak generasi yang berakhlak mulia.

Kehadiran pemerintah daerah bersama anggota dewan dalam satu forum semacam ini punya nilai tersendiri. Persoalan pesantren, mulai dari status tanah, izin operasional, hingga bantuan sarana, biasanya tidak selesai di satu instansi. Forum seperti haul membuka ruang dialog yang jarang tersedia dalam rapat formal.

Yang perlu dijaga ke depan adalah kelanjutannya. Setelah haul selesai dan rombongan pulang, kebutuhan pesantren tetap berjalan setiap hari: honor guru, listrik, air, dan perawatan bangunan. Di titik itulah dukungan yang terencana lebih berarti daripada perhatian yang bersifat sesaat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa kegiatan yang diberitakan ini?

Peringatan haul ke-6 H. Abdul Aziz Rajmal, pendiri Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo, di Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, pada Sabtu 25 Oktober 2026. Rangkaiannya meliputi doa bersama, ziarah makam, peresmian ruang kelas baru, dan penanaman bibit alpukat.

Siapa saja legislator Fraksi PAN yang hadir?

Nurchalis Aziz, legislator Fraksi PAN daerah pemilihan Luwu Timur 3 (Wotu–Burau) yang juga pimpinan pesantren, dan Abdul Halim, legislator Fraksi PAN daerah pemilihan Luwu Timur 2 (Angkona–Kalaena). Keduanya tercatat dalam susunan Fraksi PAN DPRD Luwu Timur periode 2024–2029.

Apakah ada program baru yang diumumkan?

Tidak ada program baru yang diumumkan dalam pemberitaan. Yang disampaikan adalah ajakan melanjutkan perjuangan pendidikan dan dakwah, serta penghargaan pemerintah daerah kepada pendiri pesantren.

Sumber: Luwuraya.com, “Nurcholish Aziz Kenang Keikhlasan Ayahnya Merintis Ponpes Nurul Junaidiyah” dan “Abdul Halim Ajak Lanjutkan Perjuangan Dakwah Pendiri Ponpes Nurul Junaidiyah” (Oktober 2026); Sarambang.id, “Susunan Pimpinan dan Anggota Lima Fraksi DPRD Luwu Timur 2024–2029”; Keputusan DPRD Kabupaten Luwu Timur Nomor 24 Tahun 2024.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga