Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Rp90 Miliar Kesehatan dan Catatan Fraksi

25 Oktober 2026 • Admin • 49 kali dibaca
Bupati Luwu Timur bersama Wamenkes RI di Jakarta, PAN Luwu Timur dan dukungan kesehatan daerah
Gambar: Dok. Kominfo-SP Luwu Timur via Expose Timur (Bupati Irwan Bachri Syam dan Wamenkes RI Dante Saksono Harbuwono, Jakarta, 23 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperoleh dukungan anggaran dan fasilitas kesehatan senilai lebih dari Rp90 miliar setelah Bupati Irwan Bachri Syam melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (23/10/2026). Bagi PAN Luwu Timur, hasil pertemuan itu bersinggungan langsung dengan catatan yang disampaikan Fraksi PAN dalam pembahasan Perubahan APBD 2026: pemerataan tenaga medis, ketersediaan obat, penguatan puskesmas, dan layanan bagi warga di wilayah terpencil.

Dukungan tersebut mencakup penguatan sarana RSUD I Lagaligo Wotu, peningkatan fasilitas puskesmas, serta pengadaan peralatan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Rombongan Luwu Timur yang diterima Wamenkes di Gedung dr. Adhyatma, MPH, terdiri atas Sekretaris Daerah Ramadhan Pirade, Direktur Utama RSUD I Lagaligo dr. Irfan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Helmy Kahar, dan Dewan Pengawas RSUD Syahrir Pasinringi.

Bagi pembaca di Luwu Timur, angka Rp90 miliar bukan sekadar catatan kunjungan kerja. Kabupaten ini memiliki 11 kecamatan dengan 125 desa dan tiga kelurahan, dan sebagian permukiman berada jauh dari fasilitas rujukan. Jarak itulah yang membuat kualitas puskesmas dan kesiapan rumah sakit daerah menjadi persoalan harian, bukan hanya agenda seremonial.

PAN Luwu Timur dan Catatan Kesehatan Fraksi

Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Luwu Timur memegang lima kursi pada periode 2024–2029. Dalam pendapat akhir atas Ranperda Perubahan APBD 2026 yang dibacakan Prima Eyza Purnama pada rapat paripurna 14 September 2026, sebagaimana dilaporkan Channelpers.com, fraksi menekankan bahwa penambahan anggaran kesehatan harus diikuti peningkatan mutu layanan. Catatan itu mencakup ketersediaan obat, pemerataan tenaga kesehatan, penguatan puskesmas, penanganan stunting, serta pelayanan di daerah terpencil.

Catatan tersebut bukan kritik tanpa arah. Fraksi menyatakan menerima dan menyetujui perubahan anggaran, lalu menitipkan sejumlah penekanan agar belanja kesehatan tidak berhenti pada angka. Posisi semacam ini penting karena anggaran kesehatan yang besar bisa habis untuk belanja rutin tanpa perubahan yang terasa di ruang tunggu puskesmas.

Naskah pendapat akhir fraksi ditandatangani Ketua Fraksi PAN, Muh. Rivaldi, S.H., yang juga memimpin Komisi III Bidang Pembangunan dan duduk di Badan Anggaran. Sementara itu, Ir. Hj. Harisah Suharjo menjabat Wakil Ketua DPRD dan Wakil Ketua Badan Anggaran. Sebaran posisi itu membuat isu kesehatan dapat dibahas dari dua pintu: komisi yang mengawasi pelaksanaan program dan badan yang menentukan alokasi.

Perlu dicatat agar tidak menimbulkan salah paham: keanggotaan fraksi tidak selalu sama dengan partai asal saat pemilu. Sejumlah anggota duduk di Fraksi PAN meskipun dicalonkan partai lain pada Pemilu 2024. Karena itu, sebutan yang tepat adalah “anggota Fraksi PAN” atau “legislator dari Fraksi PAN”, bukan kader partai.

Apa yang Dibawa Pulang dari Kementerian Kesehatan

Dalam audiensi itu, pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan strategis sektor kesehatan dengan mempertimbangkan luas wilayah, tantangan geografis, dan kebutuhan peningkatan mutu pelayanan. Salah satu agenda utama adalah usulan dukungan pendanaan APBN Tahun Anggaran 2027 untuk relokasi dan rehabilitasi 10 puskesmas prioritas, sekaligus penguatan prasarana dan peralatan medis RSUD I Lagaligo Wotu.

Dukungan yang diperoleh tidak tunggal. Ada penguatan rumah sakit, bantuan untuk puskesmas, alokasi untuk puskesmas pembantu, dan peralatan laboratorium. Pola itu memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan di Luwu Timur tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah tempat tidur di rumah sakit, karena sebagian besar kontak pertama warga terjadi di puskesmas dan pustu.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono berpesan agar seluruh dukungan dimanfaatkan optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga berharap bantuan tersebut mendukung kesejahteraan sumber daya manusia kesehatan serta meningkatkan mutu pelayanan di Kabupaten Luwu Timur.

Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kesehatan, Wamenkes, dan jajaran Kementerian Kesehatan. Menurutnya, dukungan itu menjawab tantangan pelayanan di daerah berwilayah luas dengan sebaran penduduk hingga kawasan pelosok.

“Alhamdulillah, audiensi kami disambut sangat baik oleh Bapak Wamenkes. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Kesehatan dan Bapak Wamenkes Dante beserta seluruh jajaran Kemenkes RI atas perhatian dan dukungan luar biasa untuk Luwu Timur,” ujar Irwan, seperti dikutip Expose Timur.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah memastikan dukungan digunakan sesuai peruntukan. “Tidak ada artinya bantuan besar kalau tidak dikelola dengan baik. Ini amanah untuk kesejahteraan masyarakat Luwu Timur,” tegasnya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga