Agrowisata dan ekonomi perempuan
Kepala Desa Tabarano, Rimal Manuk Allo, menuturkan bahwa pengembangan potensi desa dirancang agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat. “Melalui program ini, kami ingin potensi yang dimiliki desa bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pemanfaatan lahan hingga membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan warga,” ungkapnya.
Ia berharap keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pertanian dan agrowisata terus diperluas. Harapan itu masuk akal karena agrowisata menuntut keterampilan yang berbeda dari bertani: menerima tamu, menjaga kebersihan lokasi, menyiapkan sajian, sampai mengelola promosi sederhana. Keterampilan seperti ini sering lebih mudah diakses perempuan yang mengelola dapur dan usaha rumahan.
Bagi Luwu Timur, pengalaman Tabarano melengkapi gambaran desa wisata yang sudah berjalan di sejumlah kecamatan. Sebelumnya SuaraLutim pernah mengulas agrowisata nanas Ponda’ta di Tabarano, dan kini desa yang sama mendapat pengakuan nasional untuk pendekatan pemberdayaannya.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa artinya bagi desa lain di Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur memiliki 11 kecamatan dengan karakter ekonomi yang berbeda: pesisir, danau, dataran pertanian, hingga kawasan industri. Karena itu, model Tabarano tidak bisa disalin mentah-mentah. Yang bisa ditiru adalah metodenya, yaitu memilih satu potensi lokal yang paling siap, lalu membangun rantai manfaat di sekitarnya.
Ada tiga pelajaran yang layak diambil. Pertama, mulai dari aset yang sudah ada, termasuk lahan yang dianggap bermasalah. Kedua, sambungkan produksi dengan kunjungan atau penjualan langsung agar nilai tambah tidak hilang di tengah rantai pasok. Ketiga, libatkan kelompok yang selama ini tersisih, karena pemberdayaan yang hanya menguntungkan segelintir warga tidak akan bertahan lama.
Yang belum diumumkan secara resmi
Sejumlah informasi belum tersedia dalam rilis yang dikutip. Nilai penghargaan, jumlah desa peserta, dan daftar lengkap pemenang kategori lain tidak disebutkan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga belum mengumumkan rencana pendampingan lanjutan bagi desa-desa yang ingin meniru model Tabarano. Pembaca yang membutuhkan detail itu perlu menunggu publikasi resmi berikutnya.
Penghargaan nasional memang bukan tujuan akhir. Ukurannya tetap kesejahteraan warga: apakah pendapatan bertambah, apakah pengangguran desa berkurang, dan apakah generasi muda melihat masa depan di kampungnya sendiri. Di titik itulah kerja pemberdayaan sesungguhnya diuji, jauh setelah panggung penghargaan selesai.
Peran data desa dalam pemberdayaan
Satu hal yang sering terlewat dalam program desa adalah pencatatan. Tanpa data yang rapi soal siapa yang terlibat, berapa produksi, dan ke mana hasilnya dijual, keberhasilan sulit dibuktikan dan kegagalan sulit diperbaiki. Desa yang ingin mengikuti jejak Tabarano sebaiknya menyiapkan pencatatan sederhana sejak awal, karena penghargaan tingkat nasional menuntut bukti yang bisa ditelusuri, bukan hanya cerita keberhasilan di atas kertas.
FAQ singkat
Apa penghargaan yang diterima Desa Tabarano?
Mandaya Awards 2026 kategori Desa Inovatif Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, diserahkan di Jakarta pada 27 Oktober 2026.
Apa inovasi yang dinilai?
Pemanfaatan lahan kritis menjadi perkebunan nanas, perintisan agrowisata, serta penguatan ekonomi produktif perempuan dan kelompok masyarakat rentan.
Di mana Desa Tabarano berada?
Di Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kepala Desanya saat ini adalah Rimal Manuk Allo.
Sumber: Expose Timur (exposetimur.com), laporan “Dari Lahan Kritis Menjadi Sumber Ekonomi, Desa Tabarano Raih Mandaya Awards 2026”, 28 Oktober 2026, memuat kutipan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar dan Kepala Desa Tabarano Rimal Manuk Allo. Informasi kelembagaan kementerian dapat dicek di Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Artikel terkait: dua desa Luwu Timur mengejar trofi Proklim Utama 2026.
Baca juga
- Berita Lutim: 400 Bedah Rumah Mangkutana, Rp20 Juta Utuh
- Berita Luwu Timur: APBDes Puncak Indah Naik Rp30,15 Juta
- Berita Luwu Timur: Sindu Agung Siapkan Perangkat Desa
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.
Gambar: Dok. Kominfo-SP Kabupaten Luwu Timur via Expose Timur (pengembangan kebun nanas Desa Tabarano, Wasuponda).


