Senin, 21 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Berita Luwu Timur: Sektor Potensial Mulai Dipetakan

21 September 2026 • Admin
Wakil Bupati Luwu Timur dalam rapat koordinasi pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi
Gambar: Luwuraya.com

Peta Ekonomi Luwu Timur Hari Ini

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu Timur menggambarkan betapa besar peran sektor pertambangan dan penggalian. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten ini tercatat Rp 23,61 triliun pada 2021, naik menjadi Rp 28,41 triliun pada 2022, dan Rp 30,69 triliun pada 2023.

Pada 2024 nilainya sempat menurun menjadi Rp 30,39 triliun, lalu kembali naik ke Rp 31,65 triliun pada 2025. Kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap total PDRB tercatat 43,99 persen pada 2021, 50,03 persen pada 2022, 50,30 persen pada 2023, 43,99 persen pada 2024, dan 41,99 persen pada 2025.

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Luwu Timur tercatat 3,7 persen. Dari angka itu, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 1,57 poin persentase, atau lebih dari separuh pertumbuhan tersebut.

Tahun PDRB (triliun Rp) Kontribusi tambang
2021 23,61 43,99 persen
2022 28,41 50,03 persen
2023 30,69 50,30 persen
2024 30,39 43,99 persen
2025 31,65 41,99 persen

Angka-angka itu menunjukkan dua hal sekaligus. Di satu sisi, sektor tambang adalah penopang utama yang membuat PDRB Luwu Timur terbilang besar. Di sisi lain, ketergantungan pada satu sektor membuat daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan perubahan permintaan global.

Sektor yang Menyimpan Potensi

Sampai rakor berlangsung, Pemkab Luwu Timur belum merinci sektor mana saja yang akan masuk daftar prioritas pemetaan. Puspawati hanya menyebut akan mengidentifikasi keunggulan komparatif pada sektor-sektor strategis.

Sejumlah bidang memang sudah terlihat geliatnya dalam beberapa tahun terakhir:

  • Pertanian dan perkebunan. Komoditas seperti padi, kakao, dan merica menjadi sumber penghidupan warga di sejumlah kecamatan, termasuk kawasan Towuti yang dikenal sebagai sentra merica.
  • Perikanan dan pesisir. Kawasan pesisir Malili menopang aktivitas tangkap dan budidaya warga desa.
  • Pariwisata. Kawasan danau purba dan agenda daerah berpotensi menarik kunjungan yang lebih besar, seperti persiapan penyambutan sekitar 3.000 tamu Harkopnas ke-79 di Sorowako.
  • UMKM. Program pengembangan usaha baru, misalnya lewat program Tenaga Magang Terampil Burau, menyasar warga yang ingin memulai usaha.

Daftar itu bukan kesimpulan resmi, melainkan gambaran sektor yang sudah bergerak. Pemetaan yang diminta Presiden pada akhirnya menuntut data yang lebih rinci: berapa nilai tambah tiap sektor, berapa tenaga kerja yang terserap, dan hambatan apa yang paling menghambat pertumbuhan.

Apa Artinya bagi Warga dan Pelaku Usaha

Dampak pemetaan sektor tidak akan terasa langsung. Namun arah kebijakan yang jelas biasanya berpengaruh pada beberapa hal yang dekat dengan warga. Alokasi anggaran infrastruktur, misalnya, cenderung mengikuti sektor yang ditetapkan sebagai prioritas.

Bagi pelaku usaha kecil, sinyal kebijakan bisa membantu menentukan di mana peluang tumbuh. Kalau pariwisata menjadi prioritas, usaha penginapan, kuliner, dan jasa transportasi akan merasakan efeknya lebih dulu. Kalau pertanian yang digenjot, permintaan sarana produksi dan jasa pengolahan ikut naik.

Yang perlu dijaga adalah transparansi. Kriteria pemilihan sektor, data yang dipakai, dan indikator keberhasilan sebaiknya dibuka kepada publik. Dengan begitu, warga tidak hanya menunggu hasil, tetapi bisa ikut mengawasi apakah arah kebijakan benar-benar berjalan seperti yang dijanjikan.

Apa isi arahan Presiden dalam rakor tersebut?

Setiap kepala daerah diminta mengenali dan memetakan keunggulan komparatif wilayahnya, dengan fokus pada identifikasi sektor potensial serta pendekatan dari sisi produksi dan sisi pengeluaran.

Berapa target pertumbuhan yang disebut dalam rakor?

Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029, seperti disampaikan Wakil Bupati Luwu Timur dalam rapat koordinasi tersebut.

Apakah sektor pertambangan masih menjadi penopang utama Luwu Timur?

Ya. Data BPS menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 41,99 persen PDRB Luwu Timur pada 2025, dan menyokong lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun itu.

Laporan awal mengenai rakor ini dimuat Luwuraya.com dan Warta Lutim. Data PDRB dan kontribusi sektor pertambangan dirujuk dari publikasi BPS Kabupaten Luwu Timur yang dilaporkan Lutimterkini.

Baca juga laporan SuaraLutim soal program TMT Burau, persiapan Harkopnas ke-79 di Sorowako, dan capaian Terbaik I Regional Sulawesi.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga