Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
SUARALUTIM.COM, MALILI — Pantai Ide di Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, berubah menjadi ruang perkenalan identitas lokal bagi kontingen kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026). Di sela rangkaian Expo Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (K-UMKM) Sulawesi Selatan, destinasi Luwu Timur ini tidak hanya menyuguhkan panorama tepi Danau Matano, tetapi juga memperkenalkan buah dengen dan permainan tradisional sebagai pengalaman bertamu yang membekas.
Momennya sederhana. Para peserta diajak mencicipi dengen, buah khas Luwu Timur, kemudian diajak berbaur dalam lomba games estafet. Namun cara penyampaian seperti itu memperlihatkan bagaimana sebuah daerah bisa memperkenalkan kekayaan lokal tanpa harus selalu lewat panggung formal dan paparan resmi. Produk lokal, keramahan warga, serta kebiasaan sehari-hari justru menjadi media perkenalan yang paling efektif.
Pantai Ide dan Posisinya di Peta Destinasi Luwu Timur
Pantai Ide berada di kawasan Sorowako, Kecamatan Nuha, salah satu pintu masuk utama Luwu Timur dari arah timur. Kawasan ini menyatu dengan tepian Danau Matano, danau terdalam di Indonesia yang menjadi salah satu ikon pariwisata Lutim. Kombinasi pantai dan danau membuat kawasan Sorowako punya karakter wisata yang jarang ditemui daerah lain.
Bagi warga Luwu Timur, Pantai Ide bukan nama yang asing. Destinasi ini beberapa kali menjadi lokasi kegiatan publik, mulai dari jalan sehat hingga pertemuan antardaerah. Dalam artikel Destinasi Luwu Timur: Jalan Sehat Usai di Pantai Ide, kawasan ini tampil sebagai ruang berkumpul warga, bukan sekadar latar foto.
Yang menarik, posisi Pantai Ide berbeda dari destinasi permandian seperti Permandian Alam Watu Maeta di Mangkutana atau destinasi tepian danau lain. Pantai Ide menonjol sebagai ruang terbuka publik di kota industri, dengan latar perairan yang tenang dan akses yang relatif mudah dari kawasan permukiman.
Buah Dengen, Cita Rasa Khas yang Mulai Dikenal
Salah satu yang paling mencuri perhatian pada pertemuan di Pantai Ide adalah pengenalan buah dengen. Buah khas Luwu Timur ini diperkenalkan langsung kepada para kontingen dengan cara yang bersahaja: peserta diajak mencicipi, disertai obrolan santai dan tawa bersama.
Bagi pariwisata daerah, cara seperti itu punya makna tersendiri. Kuliner khas bukan pelengkap perjalanan wisata, melainkan bagian dari pengalaman yang membuat kunjungan terasa berbeda. Ketika seseorang mencoba dengen, dia tidak hanya mencicipi rasa baru. Dia menyimpan cerita tentang Luwu Timur yang bisa dibagikan lagi kepada orang lain di daerah asalnya.
Beberapa hal yang membuat buah dengen penting untuk promosi wisata Lutim:
- Menjadi identitas rasa yang tidak ditemukan di banyak daerah lain di Sulawesi Selatan.
- Dekat dengan kebutuhan wisata kuliner, salah satu sektor yang paling luwes tumbuh tanpa infrastruktur besar.
- Berpotensi menjadi buah tangan khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Sorowako dan kawasan Danau Matano.
- Terhubung dengan sektor UMKM, sehingga manfaat promosi wisata tidak berhenti pada sektor jasa.
Perkenalan seperti ini juga sejalan dengan pola promosi wisata Luwu Timur yang belakangan menempatkan produk lokal sebagai bagian dari daya tarik. Wisata bukan hanya soal tempat, tetapi juga soal apa yang bisa dilihat, dicoba, dan dibeli wisatawan di tempat itu.


