Program Matano Iniaku dan perubahan di tingkat kampung
Nama “Matano Iniaku” juga melekat pada program pemberdayaan yang dijalankan bersama warga. Siaran resmi PT Vale Indonesia yang dikutip sejumlah media menyebut program ini berawal dari kebutuhan dasar yang belum terpenuhi: kampung yang sebelumnya hanya bisa dijangkau dengan rakit selama sekitar 60 menit, belum memiliki jaringan air bersih ke rumah, dan belum terjangkau layanan kesehatan yang memadai.
Melalui program tersebut, dibangun sistem air bersih perpipaan yang mengalir langsung ke rumah warga. Program ini juga mencakup rehabilitasi daerah tangkapan air seluas 200 hektare yang meningkatkan aliran Sungai Laa Waa dan menekan emisi sekitar 22.538 ton setara karbon dioksida. Selain itu, tersedia ambulans speedboat, jaringan telekomunikasi, dan pembentukan empat lembaga lokal: kelompok wisata, kelompok tani, kelompok perempuan, dan tim tanggap bencana.
The Jakarta Post dalam laporan berbayar pada 29 Oktober 2025 menyebut nilai investasi sosial program ini di atas Rp5 miliar dengan tingkat pengembalian sosial (SROI) 1 banding 1,08. Program Matano Iniaku kemudian meraih Subroto Award 2025, penghargaan di sektor energi dan sumber daya mineral.
Bagi dunia pariwisata, capaian itu punya arti praktis. Desa wisata tidak berjalan hanya dengan pemandangan; ia butuh air bersih, akses, komunikasi, dan kelembagaan yang bisa mengelola kunjungan. Empat lembaga lokal yang terbentuk adalah modal awal untuk mengatur paket kunjungan, menjaga kebersihan, dan memastikan manfaat ekonomi kembali ke warga.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Yang bisa dilihat pengunjung
Berbeda dari destinasi yang menjual wahana, kunjungan ke Matano Iniaku lebih tepat dinikmati sebagai perjalanan budaya dan alam. Beberapa hal yang bisa disiapkan pengunjung:
- Menyaksikan dan memahami tradisi pandai besi sebagai bagian dari sejarah kampung.
- Menjelajah tepian Danau Matano dan titik-titik kampung yang berada di wilayah empat dusun.
- Berinteraksi dengan warga melalui kelompok wisata desa, termasuk untuk urusan pemandu dan konsumsi.
- Menikmati suasana kampung yang masih mempertahankan bahasa dan kebiasaan setempat.
SuaraLutim belum memperoleh keterangan resmi mengenai tarif kunjungan, homestay yang aktif, maupun jadwal paket wisata yang berjalan pada periode ini. Informasi seperti itu sebaiknya ditanyakan langsung kepada pengelola desa wisata agar tidak mengandalkan keterangan yang belum pasti. Untuk konteks sebaran destinasi di kabupaten ini, pembaca bisa menelusuri artikel 39 objek wisata pada Satu Data Lutim.
Kapan sebaiknya berkunjung
Perjalanan menuju desa ini melibatkan penyeberangan danau, sehingga cuaca menjadi pertimbangan utama. Waktu kunjungan pada musim kemarau umumnya lebih aman karena permukaan danau relatif tenang. Sebaiknya perjalanan dimulai pagi hari agar penyeberangan dan kunjungan kampung tidak menumpuk di sore hari.
Pengunjung juga perlu menyiapkan perlengkapan dasar seperti pelindung matahari, air minum, dan obat pribadi. Untuk kegiatan di air, gunakan pelampung dan ikuti arahan pemandu. Prinsip lain yang tidak boleh dilewatkan: tidak meninggalkan sampah di kawasan danau dan tidak mengganggu aktivitas warga yang tetap menjalankan pekerjaan harian.
FAQ: Desa Wisata Matano Iniaku
Di mana letak Desa Wisata Matano Iniaku?
Desa Matano berada di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tepat di tepian Danau Matano. Waktu tempuh dari ibu kota kabupaten sekitar 60 menit perjalanan darat, ditambah sekitar 60 menit perjalanan air menyeberangi danau.
Apa yang menjadi daya tarik utamanya?
Jadesta mencatat bentang alam yang khas, keunikan budaya, peninggalan arkeologi, dan jejak peradaban pandai besi sebagai potensi utama. Karena itu arah pengembangannya adalah geowisata dan wisata minat khusus, bukan wisata massal.
Apakah desa ini pernah masuk ajang desa wisata nasional?
Ya. Desa Wisata Matano Iniaku masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, dan program pemberdayaan yang menyertainya meraih Subroto Award 2025.
Dari daftar atraksi hingga pengakuan di tingkat nasional, bahan promosi Matano Iniaku sebenarnya sudah tersedia. Yang masih perlu dilengkapi adalah informasi praktis bagi pengunjung: rute terakhir menuju titik penyeberangan, paket kunjungan yang aktif, dan kanal resmi untuk pemesanan. Selama itu belum tertata, potensi besar desa wisata ini akan lebih banyak dinikmati ceritanya daripada kunjungannya.
Sumber: portal Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata untuk Desa Wisata Matano Iniaku, laporan Koran Jakarta (26/10/2022) mengenai penilaian ADWI 2022, siaran resmi PT Vale Indonesia mengenai program Matano Iniaku dan Subroto Award 2025, serta The Jakarta Post (29/10/2025) untuk data investasi sosial dan SROI program.
Baca juga
- Wisata Luwu Timur: Pantai Molino dan Bukit Segitiga
- Destinasi Luwu Timur: 39 Objek Wisata Terdata di Satu Data
- Pariwisata Lutim: Oleh-oleh Sorowako di Pasar Makassar
Kumpulan berita terbaru seputar wisata Luwu Timur ada di kanal wisata Luwu Timur.


