Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Climate Forum 2026, Transisi Energi dan Tambang Lutim

17 September 2026 • Admin
Suasana forum tata kelola kota dan aksi iklim yang diikuti perwakilan pemerintah daerah
Gambar: Pedoman Rakyat (pedomanrakyat.com)

Transisi Energi dan Relevansinya bagi Tambang Lutim

Bagi pembaca di Sulawesi Selatan, pembahasan transisi energi di UCF 2026 punya kaitan langsung dengan daerah yang ekonominya bertumpu pada sektor ekstraktif, termasuk tambang Lutim di Luwu Timur. Perubahan arah kebijakan energi global dan nasional akan terasa hingga ke daerah penghasil.

SuaraLutim sebelumnya mengulas bagaimana ekonomi tambang Luwu Timur disorot DPRD beserta catatan yang disampaikan, termasuk soal bagaimana nilai tambah sektor ini seharusnya berdampak lebih besar bagi daerah.

Isu lain yang menyentuh rumah tangga adalah konsumsi energi sehari-hari. Pemberitaan tentang permintaan agar sektor tambang Lutim menekan pemakaian LPG 3 kg bersubsidi menunjukkan bahwa pengelolaan energi bersubsidi dan energi industri saling terkait di lapangan.

Sementara itu, sisi lingkungan dan air menjadi pekerjaan yang berjalan terus. SuaraLutim melaporkan normalisasi Sungai Malili yang dimulai pada 7 Oktober, langkah yang berkaitan langsung dengan kesiapan daerah menghadapi musim hujan dan risiko banjir.

Dengan kata lain, agenda yang dibahas di Jakarta itu memiliki padanan lokal yang konkret: pengelolaan air, sampah, energi, dan ruang kota. Daerah yang menyiapkan tata kelolanya lebih awal akan lebih siap menghadapi tekanan iklim pada satu hingga dua dekade berikutnya.

Sorotan Menko AHY soal Banjir dan Rob

Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, turut menyoroti tantangan banjir di berbagai daerah. Sorotan itu mencakup persoalan banjir rob, penurunan muka tanah, dan berkurangnya daya serap air.

Tiga persoalan itu saling berhubungan. Ketika daya serap air berkurang karena pembangunan yang padat, air hujan mengalir lebih cepat ke saluran yang kapasitasnya terbatas. Pada kawasan pesisir, tambahan banjir rob membuat genangan semakin sulit surut.

Sebaliknya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya pembangunan daerah yang tetap mengejar pertumbuhan ekonomi sekaligus selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Kedua hal itu diposisikan berjalan bersama, bukan saling meniadakan.

Siapa Saja yang Hadir di UCF 2026

Turut hadir dalam forum tersebut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur DKI Jakarta sekaligus Co-President UCLG ASPAC Pramono Anung Wibowo, dan Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi.

Hadir juga Wakil Menteri PPN/Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Berikutnya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Dedi Abdul Hadi.

Selain itu, hadir Duta UCLG ASPAC Tri Rismaharini, Wali Kota Padang Fadly Amran, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Gubernur Gorontalo Gunarsih, serta Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup Leonardus Tambupolon.

FAQ Urban Climate Forum 2026

Apa itu Urban Climate Forum 2026?

Urban Climate Forum 2026 adalah forum tata kelola kota dan aksi iklim yang diselenggarakan UCLG ASPAC di Pullman Jakarta Thamrin CBD pada 16 sampai 17 September 2026, diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.

Isu apa yang dibahas pemerintah daerah?

Pembahasan mencakup mobilitas perkotaan, transisi energi, ketahanan iklim, pengelolaan sampah, Voluntary Local Review, dan pelokalan ASEAN Community Vision 2045.

Apa kaitannya dengan Luwu Timur?

Isu transisi energi dan tata kelola sumber daya relevan bagi daerah penghasil seperti Luwu Timur, termasuk bagi tambang Lutim, terutama dalam menyiapkan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Penutup

Yang perlu dicermati setelah forum selesai adalah tindak lanjutnya di tingkat daerah. Pertemuan semacam ini berguna bila hasilnya berubah menjadi kebijakan yang bisa diukur, misalnya perbaikan drainase, pengelolaan sampah yang lebih tertata, dan rencana transisi energi yang jelas bagi daerah penghasil sumber daya.

Bagi pembaca di Luwu Timur, agenda iklim bukan perkara jauh di Jakarta. Ia muncul dalam bentuk yang sangat sehari-hari: air yang mengalir saat hujan, sampah yang diangkut dari pasar, dan udara di sekitar kawasan industri. SuaraLutim akan terus mencatat bagaimana isu-isu ini bergerak di tingkat lokal.

Referensi: Pedoman Rakyat, UCLG ASPAC, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga