Berita Lutim — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali ditunjukkan warga dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler menerima bantuan dana dari perkumpulan Generasi Mandiri Peduli Sesama (GMPS) untuk selanjutnya diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Halaman Kantor BPBD Kabupaten Luwu Timur, Malili, Kamis (27/08/2026).
Wabup Luwu Timur Terima Bantuan Dana GMPS
Bantuan itu diserahkan sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara di NTT yang sedang menghadapi musibah bencana alam. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Puspawati Husler menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GMPS. Menurutnya, langkah itu memperlihatkan kepedulian warga Luwu Timur terhadap daerah lain yang tertimpa musibah.
Menurut Wabup, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai penting yang harus terus dijaga dan ditumbuhkan di tengah masyarakat. Meski dikumpulkan secara sederhana, bantuan tersebut memiliki makna besar karena menjadi wujud solidaritas dan rasa kemanusiaan. Ia menyampaikan hal itu di hadapan pengurus dan anggota GMPS serta pihak terkait.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada teman-teman GMPS yang telah berinisiatif menggalang bantuan untuk saudara-saudara kita di NTT. Ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas yang patut kita contoh,” ujarnya.
Berita Lutim: Bantuan Rp20 Juta untuk Korban Bencana NTT
Ketua GMPS, Jamaluddin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan selama empat hari. Penggalangan itu dilakukan bersama sejumlah pemuda asal Timor-Leste yang saat ini berdomisili di Luwu Timur. Dari aksi tersebut, GMPS berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp20 juta.
“Penggalangan dana ini kami lakukan selama empat hari bersama teman-teman di lapangan. Alhamdulillah, terkumpul sekitar Rp. 20 juta. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang terdampak bencana di NTT,” jelas Jamaluddin.
Dana yang terkumpul itu selanjutnya diserahkan untuk membantu masyarakat NTT yang terdampak bencana. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menerimanya untuk diteruskan melalui mekanisme penyaluran bantuan. BPBD menjadi lembaga yang menangani penyaluran sesuai prosedur.
Penggalangan Empat Hari bersama Pemuda Timor-Leste
Keterlibatan pemuda asal Timor-Leste yang berdomisili di Luwu Timur menjadi bagian menarik dari aksi itu. Mereka ikut turun menggalang dana bersama warga setempat. Kerja sama lintas asal daerah itu memperlihatkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah.
Jamaluddin menyebut kegiatan tersebut dibangun atas dasar semangat kebersamaan. Ia memandang bantuan sebagai wujud bahwa warga saling terhubung satu sama lain. Menurutnya, hal-hal kecil semacam itu perlu dilihat sebagai bagian dari rasa kekeluargaan.
Wabup Puspawati berharap bantuan yang telah dikumpulkan dapat memberikan manfaat sekaligus sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT. Ia menekankan agar penyaluran berjalan baik sesuai mekanisme yang berlaku.
“Semoga bantuan ini dapat disalurkan dengan baik melalui BPBD dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Kepedulian seperti ini harus terus kita jaga, karena kita semua adalah saudara dan memiliki kewajiban untuk saling membantu,” jelas Hj. Puspawati.
Tujuan GMPS dan Semangat Silaturahmi Warga Lutim
Jamaluddin mengatakan, GMPS dibentuk sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi. Wadah itu sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat. Tujuan tersebut ia sampaikan saat menyerahkan bantuan kepada pemerintah daerah.
“Tujuan kegiatan ini untuk menjaga tali silaturahmi agar tetap terjaga dengan baik dan semakin meluas. Kami berharap hal-hal kecil seperti ini bisa dilihat oleh mereka di luar sana bahwa kita semua adalah keluarga, sehingga harus saling membantu dan melindungi,” ungkapnya.
Terakhir, ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kepedulian tidak harus dimulai dari hal besar. Semangat gotong royong dan saling membantu dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama. Pesan itu jadi bagian penutup aksi yang digelar di halaman kantor BPBD.
Peran BPBD dalam Penyaluran Bantuan Bencana
BPBD Kabupaten Luwu Timur berperan sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan yang diterima pemerintah daerah diteruskan kepada penerima sesuai mekanisme penanganan. Peran itu penting agar penyaluran tercatat dan tepat sasaran.
Kesiapsiagaan kebencanaan menjadi perhatian rutin BPBD Luwu Timur. Sebelumnya, BPBD Luwu Timur melatih keluarga tanggap ancaman bencana untuk memperkuat kesiapan warga. Langkah itu melengkapi kerja penyaluran bantuan yang juga dilakukan lembaga tersebut.
Informasi peringatan dini dan kondisi cuaca dapat dipantau melalui situs resmi BMKG yang menyediakan data prakiraan untuk seluruh wilayah Indonesia. Pemantauan itu membantu daerah dan warga bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Dengan begitu, langkah pengurangan risiko dapat dilakukan lebih awal.
Penyaluran bantuan lintas daerah juga pernah dilakukan dari Luwu Timur. Sebelumnya, Luwu Timur bergerak cepat mengirim dua unit damkar ke Pendolo untuk membantu penanganan di daerah lain. Langkah itu memperlihatkan solidaritas yang tidak berhenti di batas kabupaten.