Dua Sisi Manfaat Zakat di Luwu Timur
Zakat bekerja di dua sisi sekaligus. Di sisi warga, ia menutup kebutuhan paling mendesak: bahan pokok, biaya sekolah anak, sampai bantuan kemanusiaan ketika musibah datang. Di sisi penggerak agama, ia memastikan orang yang mengurus umat tidak jatuh sendiri.
Jejak itu bisa ditemukan di beberapa titik Luwu Timur. WIZ Luwu Timur bersama Tim Wahdah Peduli Nuha menyalurkan sembako dan kebutuhan harian bagi korban kebakaran di Sorowako, lalu turut membersihkan puing rumah warga bersama pemerintah, TNI, Polri, dan komunitas lain.
Di tempat lain, paket sembako dibagikan kepada warga dhuafa di Malili, sementara dukungan juga mengalir ke pondok pesantren yatim dan duafa di pelosok Angkona. Untuk jangka panjang, WIZ menyalurkan modal serta pelatihan usaha bagi pelaku usaha mikro agar penerima manfaat naik kelas, bukan sekadar bertahan.
Di tingkat tapak, kerja itu dijalankan orang-orang yang namanya jarang disebut. Dalam penyaluran bantuan tahap pertama untuk korban kebakaran Sorowako, Koordinator WIZ Luwu Timur area Kecamatan Nuha, Ustadz Sugiyat, memimpin penyerahan bantuan di posko induk pemerintah. Koordinator Wahdah Peduli Nuha, Ustadz Sunandar, mengoordinasi relawan yang membersihkan puing rumah warga.
Pola inilah yang membedakan penyaluran lewat lembaga amil resmi. Bantuan tidak dibagikan berdasarkan kedekatan pribadi, melainkan lewat pendataan penerima yang berhak menerima.
Amanah yang Bisa Dipertanggungjawabkan
WIZ beroperasi sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional berdasarkan SK Kementerian Agama RI Nomor 1209/2024. Kantor pusatnya berada di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 15 Km 7, Tello Baru, Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan.
Lembaga ini menegaskan dana yang ditunaikan bukan berasal dan bukan untuk pencucian uang, pendanaan terorisme, maupun tindak kejahatan lain. Pencatatan keuangan dan operasionalnya ditopang aplikasi internal dengan modul penerimaan, penyaluran, serta akuntansi yang mengacu pada PSAK 109 dan ketentuan BAZNAS.
Bagi muzaki, bedanya lembaga amil resmi terletak pada jalur pertanggungjawaban. Dana yang masuk dicatat sebagai penerimaan, disalurkan melalui program dengan sasaran yang jelas, lalu dilaporkan. Warga yang menitipkan zakat pun bisa menanyakan ke mana amanahnya bermuara.
Bagi warga Luwu Timur yang ingin menunaikan zakat, kewajibannya bisa dihitung lebih dulu lewat kalkulator zakat WIZ, sebelum disalurkan melalui lembaga amil yang berizin.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah dai dan guru ngaji boleh menerima zakat?
Boleh. Dai dan guru ngaji umumnya dikelompokkan sebagai bagian dari asnaf fisabilillah, salah satu dari delapan golongan penerima zakat, sehingga bantuan untuk mereka tetap berada dalam koridor syariat.
Apa itu WIZ Luwu Timur?
WIZ Luwu Timur adalah unit layanan Wahdah Inspirasi Zakat, LAZNAS di lingkungan Wahdah Islamiyah, yang melayani penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah bagi warga Kabupaten Luwu Timur. Salah satu jejaknya adalah penyaluran bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Sorowako bersama tim Wahdah Peduli Nuha.
Mengapa dakwah perlu ditopang ekonomi lembaga?
Karena program dakwah berjalan setiap pekan, bukan sekali setahun. Ekonomi lembaga yang kuat menjaga kegiatan dakwah tetap berjalan, sekaligus memastikan dai yang bertugas di lapangan tidak berhenti karena urusan nafkah.
Menjaga Dakwah, Merawat Kampung
Dari musyawarah pengurus Wahdah Lutim sampai pengajian Dirosa di Sorowako, benang merahnya sama: dakwah di Luwu Timur berdiri di atas soliditas orang-orang yang mengurusnya.
Yang paling menentukan bukan besar kecilnya bantuan, melainkan apakah bantuan itu sampai kepada orang yang tepat dan berjalan terus, bukan berhenti pada satu momen seremoni.
Ketika zakat, infak, dan sedekah dikelola dengan pencatatan yang bisa dipertanggungjawabkan, satu paket bantuan tidak berhenti sebagai kebaikan sehari. Ia menjadi ikhtiar agar guru ngaji tetap mengajar, dai tetap menempuh jalan ke kampung-kampung, dan warga Luwu Timur tetap punya tempat bertanya soal agama di dekat rumah. (F)
Gambar: Dok. Wahdah Inspirasi Zakat (wiz.or.id).


