Kamis, 22 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Berita Tambang Nasional: Harga Nikel Diramal Naik US$19.500

28 September 2026 • Admin • 26 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Kuota ditahan, kadar bijih menurun

Pemerintah belum melonggarkan kuota produksi. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian
ESDM, Tri Winarno, menegaskan penambahan produksi hanya untuk menutup kebutuhan smelter yang
kekurangan pasokan bijih, bukan relaksasi umum. RKAB nikel 2026 masih dipatok pada kisaran 260
sampai 270 juta ton per tahun. Kerangka kebijakan itu sudah lebih dulu dibahas pada
artikel RKAB 2027 di SuaraLutim.

Menahan pasokan tidak datang tanpa biaya. Laporan APNI Nickel Report September 2026 mencatat
produksi bijih nikel nasional 163,85 juta ton basah sepanjang Januari sampai Agustus 2026, sementara
penerimaan negara bukan pajak dari sektor nikel justru naik menjadi Rp21 triliun, dari Rp10 triliun
pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Beban lain datang dari mutu bijih. Sekretaris Jenderal APNI, Rizal Kasli, menyebut kadar nikel
pada bijih saprolit yang dulu berkisar 1,8 persen kini turun ke sekitar 1,6 persen, sedangkan bijih
limonit berada di kisaran 1,2 persen atau bahkan di bawahnya. Konsekuensinya, industri harus
menggarap lebih banyak ton material untuk hasil yang sama, sehingga biaya energi per ton material
jadi penentu.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Sisi Luwu Timur: Sorowako, air, dan proyek US$2,1 miliar

Luwu Timur berada tepat di titik temu isu di atas. Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia di
Sorowako memasok energinya dari tiga PLTA milik perusahaan: Larona 165 megawatt, Balambano 110
megawatt, dan Karebbe 90 megawatt. Total 365 megawatt, dan seluruh smelter Sorowako bertumpu pada
pasokan air yang mengalir dari kawasan Danau Matano, Mahalona, dan Towuti.

Artinya, apa yang terjadi pada debit air di hulu langsung berpengaruh pada keandalan listrik
pabrik, dan sebagian listrik dari PLTA itu juga disalurkan untuk kebutuhan warga Luwu Timur. Cuaca
ekstrem karena itu bukan sekadar urusan cuaca, melainkan urusan produksi dan layanan publik.

Sorowako juga salah satu ujung proyek hilirisasi Vale. Perusahaan menyiapkan investasi sekitar
US$7,2 miliar untuk tiga proyek di Sulawesi. Direktur Project Control IGP Vale Indonesia,
Mateus Sigit Hari Sulistya, menyebut proyek Sorowako menelan sekitar US$2,1 miliar bersama mitranya,
Huayou, untuk mengolah limonit lewat teknologi high pressure acid leach menjadi MHP. Tahap
awalnya masih berjalan dan target operasi penuh sekitar 2028, sebagaimana diberitakan
Metrotvnews, 14 September 2026.

Direktur dan Kepala Proyek PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, memastikan pabrik HPAL Morowali dan
Pomalaa ditargetkan beroperasi akhir 2026, sementara untuk Sorowako bijih limonitnya sudah ditumpuk
sebagai persiapan pasokan pabrik, seperti dilaporkan
ANTARA. Pengembangan limonit Sorowako sendiri pernah dibahas SuaraLutim dalam artikel
nilai tambah limonit Sorowako. Bagi Luwu Timur, urutan proyek ini berarti kesiapan pasokan air, listrik, dan pengelolaan lingkungan di Sorowako masih punya waktu untuk dibenahi sebelum tahap operasi penuh.

Yang perlu dicermati ke depan

  • Durasi pemangkasan belum jelas. Proyeksi harga US$19.500 per ton bersyarat:
    pemangkasan produksi di Sulawesi harus bertahan pada level 30 sampai 40 persen. Bila musim kering
    cepat berakhir, pasokan bisa kembali dan tekanan pada harga mereda.
  • Air dan listrik kini jadi risiko produksi. Smelter membutuhkan air dalam jumlah
    besar untuk mendinginkan dan melindungi peralatan, sehingga manajemen air menentukan apakah
    pengurangan produksi berulang pada tahun-tahun berikutnya.
  • Mutu bijih makin menantang, terutama pada perhitungan biaya energi per ton
    material dan pengelolaan alat berat.
  • Penerimaan negara ikut bergantung volume dan harga. Sejauh mana sektor ini
    menopang perekonomian Luwu Timur pernah dirinci SuaraLutim dalam pembahasan
    kontribusi tambang pada PDRB.

FAQ

Apakah harga nikel pasti naik ke US$19.500 per ton?

Tidak. Proyeksi itu bersyarat: angka tersebut bisa tercapai bila pemangkasan produksi di
Sulawesi benar-benar berlangsung pada kisaran 30 sampai 40 persen dan bertahan beberapa waktu. Bila
kondisi pasokan berubah, arah harga juga bisa berubah.

Mengapa smelter nikel bisa kekurangan air?

Fasilitas pengolahan nikel memakai air dalam jumlah besar untuk pendinginan dan perlindungan
peralatan. Ketika musim kering panjang membuat debit sumber air turun, kemampuan pabrik beroperasi
pada kapasitas penuh ikut menurun.

Apa kaitannya dengan Luwu Timur?

Luwu Timur salah satu daerah penghasil nikel utama. Smelter PT Vale di Sorowako bertumpu pada
energi dari PLTA perusahaan, dan proyek pengolahan limonit Sorowako sedang disiapkan. Kondisi
pasokan air, harga nikel, dan kebijakan kuota produksi menentukan arah industri maupun penerimaan
di daerah ini.

Sumber: Bloomberg Technoz (28/9/2026), Katadata (24/9/2026), Metrotvnews (14/9/2026),
ANTARA (10/9/2026), APNI Nickel Report September 2026, PT Vale Indonesia.

Gambar: Area Pembibitan Kawasan Tambang, Sorowako, Luwu Timur (Dok. Wikimedia Commons/Mamansukirman06, CC BY-SA 4.0).

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga