Agenda Lanjutan dan Penghormatan untuk Prajurit
Setelah bermalam di Hambalang, Guterres melanjutkan kunjungan ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI di Kabupaten Bogor pada Senin. Di tempat itu ia dijadwalkan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat bertugas bersama pasukan perdamaian PBB.
Guterres juga dijadwalkan bertemu prajurit yang akan ditugaskan pada misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah. Misinya dikenal dengan nama MINUSCA. Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian penghargaan atas kontribusi Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian.
Agenda berikutnya adalah pidato bertajuk Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya? di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Jadwal lanjutan itu juga dilaporkan Antara dengan merujuk keterangan Sekretariat Kabinet. Rangkaian kunjungan ditutup setelah pidato di Kementerian Luar Negeri. Guterres dijadwalkan langsung bertolak ke markas PBB di New York pada hari yang sama.
Selepas agenda tersebut, Guterres dijadwalkan kembali ke New York, Amerika Serikat, pada Senin.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Konteks Hubungan Indonesia dan PBB
Pertemuan di Hambalang bukan pertemuan pertama kedua pemimpin. Prabowo dan Guterres sebelumnya bertemu di New York pada September 2025 usai Presiden berpidato di konferensi internasional soal Palestina. Keduanya juga pernah bertemu di sela-sela KTT G20 di Brasil pada 2024.
Jejak dialog itu memperlihatkan kesinambungan agenda yang dibawa Indonesia ke forum multilateral.
Kesinambungan itu terlihat dari tema yang selalu muncul dalam pertemuan kedua pemimpin. Palestina, reformasi tata kelola global, dan pembiayaan pembangunan menjadi bahasan tetap. Pola ini menunjukkan politik luar negeri Indonesia berjalan pada jalur yang konsisten.
Isu Palestina, reformasi tata kelola global, dan pembiayaan pembangunan menjadi tema yang berulang. Posisi Indonesia dalam mendukung solusi dua negara juga sering ditegaskan dalam forum tersebut.
Di dalam negeri, pernyataan pejabat negara soal isu internasional kerap memicu reaksi publik. SuaraLutim pernah mengulas kecaman DPR terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat soal nama Mohammad. Dinamika semacam ini menunjukkan politik luar negeri tidak pernah benar-benar jauh dari percakapan domestik.
Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum
Yang diketahui: Presiden Prabowo menerima Sekjen PBB António Guterres di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Guterres bermalam di kediaman tersebut sebelum melanjutkan agenda ke PMPP TNI dan Kementerian Luar Negeri RI.
Yang juga diketahui: pertemuan membahas reformasi sistem multilateral, Agenda 2030, perubahan iklim, dan isu Palestina.
Keterangan resmi menyebut Guterres menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan politik luar negeri Indonesia. Ia juga menyoroti peran Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB. Rincian apresiasi itu dimuat dalam laporan Antara yang mengutip Sekretariat Kabinet.
Guterres berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatan pada Desember 2026 dan mengapresiasi kontribusi pasukan perdamaian Indonesia.
Yang belum terkonfirmasi: rincian kesepakatan konkret yang dihasilkan pertemuan itu. Pemerintah belum mengumumkan nota kesepahaman atau komitmen baru pasca pertemuan. Jadwal pasti pidato di Kementerian Luar Negeri dan hasil kunjungan ke PMPP TNI juga belum dirilis lengkap saat artikel ini ditulis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana pertemuan Presiden Prabowo dan Sekjen PBB berlangsung?
Pertemuan bilateral berlangsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Guterres kemudian bermalam di kediaman tersebut.
Apa saja isu yang dibahas dalam pertemuan itu?
Sekretariat Kabinet menyebut pertemuan membahas reformasi sistem multilateral, kemajuan Agenda 2030, dampak perubahan iklim, serta situasi di Palestina. Guterres juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia pada misi perdamaian PBB.
Mengapa Sekjen PBB menyampaikan pamitan?
Masa jabatan António Guterres sebagai Sekjen PBB berakhir pada Desember 2026. Pertemuan di Hambalang menjadi kesempatan menyampaikan apresiasi sekaligus berpamitan sebelum ia purna tugas.
Baca juga
- Viral Nusantara: Pabrik Obat Keras di Bandung Digerebek
- Berita Indonesia: Transaksi TEI 2026 Tembus USD 22,94 Miliar
- Tambang Nasional: BRIN Uji Bioremediasi Lahan Bekas Tambang
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


