Proyek Baterai Rp96 Triliun
Salah satu bentuk kemitraan yang sudah berjalan melibatkan Antam, IBC, dan perusahaan asal China Ningbo Contemporary Brunp Lygend. Perusahaan itu merupakan usaha patungan yang melibatkan CATL, Brunp, dan Lygend. Proyek ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi tersebut bernilai investasi 5,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp96,04 triliun.
Nilai itu menjadikannya salah satu proyek hilirisasi terbesar di sektor baterai. Rantainya mencakup pengolahan bahan baku nikel sampai produksi komponen baterai bernilai tambah. Proyek semacam ini menjadi acuan bagi kemitraan lain yang sedang dijajaki.
Skala investasi sebesar itu menunjukkan hilirisasi nikel bukan proyek jangka pendek. Pembangunan fasilitas, uji produksi, dan penyesuaian teknologi memakan waktu bertahun-tahun. Karena itu, kepastian regulasi dan perizinan menjadi faktor penentu realisasi.
Liputan6.com mencatat Danantara menempatkan kemitraan investasi sebagai bagian penguatan rantai nilai industri. Tujuannya mendukung ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Pernyataan itu senada dengan paparan Pahala di forum yang sama.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Prioritas Investasi 2027
Danantara menetapkan tiga sektor prioritas investasi pada 2027: mineral kritis, hilirisasi, dan infrastruktur digital termasuk pusat data serta kecerdasan artifisial. Pahala menyebut sektor mineral kritis dan hilirisasi menjadi yang terbesar, terutama dari BUMN. Hal itu dilaporkan Jawa Pos dari sesi Morning Coffee di Wisma Danantara.
Selain tiga sektor itu, Danantara menjajaki ketahanan pangan, energi rendah karbon, energi tanpa karbon, serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Pada sektor pendidikan, Danantara telah berdiskusi dengan sejumlah universitas dari berbagai negara.
Penetapan prioritas itu menunjukkan orientasi investasi tidak lagi hanya pada komoditas. Hilirisasi dan mineral kritis ditempatkan sebagai mesin industri, sedangkan pusat data dan AI sebagai kebutuhan infrastruktur baru. Keduanya menuntut pasokan energi yang besar.
Karena itu, pembangunan pusat data dan hilirisasi mineral saling terkait dengan kebijakan energi. Ketersediaan listrik yang stabil menjadi syarat bagi keduanya. Persoalan itu membuat perencanaan investasi tidak bisa dilepaskan dari sektor energi.
New Asia Forum dan Target 30 Miliar Dolar
Danantara menyebut proyek pusat data berpotensi difinalisasi dalam New Asia Forum yang digelar 3 sampai 4 Desember 2026 di Bali. Forum itu menargetkan komitmen investasi hingga 30 miliar dolar Amerika Serikat. Angka itu mencakup sejumlah sektor, bukan hanya pusat data.
Target komitmen tersebut masih berupa sasaran, bukan realisasi. Danantara belum merinci proyek mana saja yang masuk dalam keranjang forum itu. Rincian biasanya diumumkan menjelang atau saat acara berlangsung.
Bagi sektor tambang, forum itu menjadi peluang mempertemukan pemilik proyek hilirisasi dengan calon mitra. Namun kesepakatan yang lahir di forum investasi masih harus melewati uji tuntas dan perizinan. Jarak antara penandatanganan komitmen dan pembangunan fisik bisa panjang.
Apa yang Diketahui
Danantara membuka peluang kemitraan dengan investor global untuk industri hilir nikel melalui Danantara Investment Management. MIND ID Group lewat Inalum, Antam, dan IBC disebut sebagai contoh pelaksana hilirisasi yang sudah bermitra dengan investor asing. Rantai nilainya mencakup MHP, nikel sulfat, katoda, sel baterai, dan paket baterai.
Proyek baterai terintegrasi Antam, IBC, dan CBL bernilai 5,9 miliar dolar AS atau Rp96,04 triliun. Danantara menetapkan mineral kritis, hilirisasi, serta pusat data dan AI sebagai prioritas investasi 2027. New Asia Forum 3 sampai 4 Desember 2026 menargetkan komitmen 30 miliar dolar AS.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Belum ada daftar calon mitra global yang sedang dijajaki Danantara untuk proyek nikel. Belum ada nilai investasi baru yang disepakati dari forum BIG Downstream Insights 2026. Belum ada pula jadwal pembangunan fasilitas tambahan di luar proyek yang sudah berjalan.
Rincian proyek yang akan difinalisasi di New Asia Forum juga belum diumumkan. Danantara belum memerinci pembagian peran antara BUMN dan investor swasta pada setiap tahap rantai nilai. Semua itu masih menunggu pengumuman resmi berikutnya.
FAQ Seputar Hilirisasi Nikel Danantara
Apa peran Danantara di hilirisasi nikel? Melalui Danantara Investment Management, lembaga ini mencari mitra strategis yang punya keahlian membangun fasilitas produksi sekaligus kemampuan berinvestasi bersama di Indonesia.
Siapa saja entitas MIND ID yang terlibat? Inalum di sisi aluminium, Antam di pertambangan nikel, dan Indonesia Battery Corporation di ekosistem baterai kendaraan listrik.
Berapa nilai proyek baterai yang sudah berjalan? Proyek ekosistem baterai terintegrasi yang melibatkan Antam, IBC, dan CBL bernilai 5,9 miliar dolar AS atau setara Rp96,04 triliun.
Yang perlu dicermati, keberhasilan hilirisasi tidak diukur dari nilai komitmen investasi saja. Realisasi pembangunan pabrik dan penyerapan tenaga kerja menjadi ukuran yang lebih nyata. SuaraLutim sebelumnya mencatat hilirisasi nikel yang dikoordinasi satu pintu dan laba Antam yang naik 46 persen sebagai bagian dari dinamika sektor ini.
Baca juga
- Berita Politik: KPK Dalami Kontrak Bantalan Rel Kereta
- Viral Nusantara: 702 Ribu Rekening Penipuan Diblokir
- Berita Viral: Pemilu Israel Berakhir Tanpa Pemenang Jelas
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


