Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: ESDM Setujui Revisi Kuota Tambang 2026

16 Oktober 2026 • zul • 30 kali dibaca
Aktivitas penambangan batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur
Riza Nugraha via Wikimedia Commons, CC BY 2.0
ASM Group
Iklan

Harga Global dan Patokan DMO

Pemerintah mematok harga batu bara untuk pembangkit listrik pada 70 dolar Amerika Serikat per ton. Untuk industri semen, harga patokannya 90 dolar per ton. Sementara itu, harga batu bara global berada jauh di atas patokan tersebut. Pada Jumat (16/10) pukul 17.00 WIB, kontrak November 2026 di ICE Newcastle tercatat 155 dolar per ton.

Tri Winarno menilai harga saat ini masih tergolong moderat. Ia mengingatkan harga batu bara pernah menembus rekor di atas 400 dolar per ton. Menurut dia, tidak ada keluhan dari pembangkit soal realisasi pasokan sejauh ini. Penjelasan itu disampaikan kepada wartawan dan dikutip Warta Ekonomi.

Smelter, PLTU Captive, dan Kebutuhan Industri

Pemerintah menyebut pasokan batu bara ke smelter di luar kewajiban DMO. Transaksi dengan smelter dinilai murni hubungan antarbadan usaha. Karena itu, harga jualnya mengikuti mekanisme pasar seperti ekspor. Pemerintah belum melihat gejala peralihan pasokan ke pembangkit milik industri tersebut.

Kebutuhan bijih nikel domestik sendiri masih menjadi sorotan. Forum industri mencatat kapasitas smelter nikel terus bertambah dari tahun ke tahun. Jika seluruh fasilitas beroperasi penuh, kebutuhan bijih dapat melampaui kuota yang ditetapkan. Situasi itu pernah dibahas dalam artikel SuaraLutim soal kebutuhan nikel smelter.

Tata Atur
Iklan

Selain itu, sejumlah smelter masih bergantung pada bijih impor dari Filipina. Impor menjadi penyeimbang ketika pasokan domestik tidak mencukupi. Ketergantungan itu memperlihatkan kebijakan kuota perlu memperhitungkan kebutuhan industri secara utuh. Pemerintah mengaku terus mencermati perkembangan kapasitas pengolahan.

RKAB 2027 Masih Dievaluasi

Pemerintah belum menetapkan kuota produksi nikel untuk 2027. Tri Winarno menyebut RKAB nikel 2027 masih dalam tahap evaluasi. Penetapannya ditargetkan rampung sebelum tahun depan. Namun, tanggal pasti pengumumannya belum disampaikan, seperti dilaporkan nikel.co.id.

Bagi daerah penghasil, kepastian kuota berdampak langsung pada penerimaan fiskal. Kegiatan tambang menyumbang royalti, pajak daerah, dan lapangan kerja. Karena itu, perubahan angka RKAB selalu menjadi perhatian pemerintah daerah. Dampak serupa terasa di kabupaten dan provinsi yang ekonominya bergantung pada batu bara.

Apa yang Diketahui

Kementerian ESDM menyetujui revisi RKAB 2026 pada Jumat, 16 Oktober 2026. Produksi batu bara ditetapkan 700 juta ton dan bijih nikel sekitar 290 juta ton. Alokasi DMO untuk pembangkit PLN ditetapkan 154 juta ton. Industri semen mendapat alokasi sekitar 5 juta ton.

Harga patokan DMO untuk pembangkit listrik adalah 70 dolar Amerika Serikat per ton. Untuk industri semen, patokannya 90 dolar per ton. Harga batu bara global pada 16 Oktober tercatat 155 dolar per ton untuk kontrak November 2026. Semua keterangan itu disampaikan pejabat Kementerian ESDM.

Sebelum revisi, target produksi batu bara 2026 direncanakan sekitar 600 juta ton. Kuota bijih nikel sebelumnya dipatok 260 sampai 270 juta ton. Keputusan baru ini menaikkan kedua angka tersebut untuk tahun berjalan. Penjelasan resminya dimuat dalam laporan Kaltim Post dan Warta Ekonomi.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Rincian kuota setiap perusahaan belum diumumkan ke publik. Pemerintah juga belum merilis daftar perusahaan yang mendapat penambahan produksi. Besaran tambahan untuk masing-masing komoditas per wilayah masih ditelaah. Estimasi realisasi produksi hingga akhir tahun belum diperbarui.

Dampak revisi terhadap harga batu bara dan nikel dunia belum bisa dipastikan. Pasar masih menunggu data produksi bulanan berikutnya. Pemerintah belum menyampaikan proyeksi penerimaan negara bukan pajak setelah keputusan ini. Begitu pula perkiraan tambahan royalti bagi daerah penghasil.

Kuota nikel 2027 juga belum ditetapkan. Pemerintah hanya menyebut penargetan selesai sebelum tahun depan. Karena itu, pelaku usaha masih menunggu kepastian untuk menyusun rencana kerja. Pengumuman resmi berikutnya akan sangat menentukan arah industri tambang nasional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa produksi batu bara dan nikel yang disetujui untuk 2026?

Pemerintah menetapkan produksi batu bara 700 juta ton dan bijih nikel sekitar 290 juta ton melalui revisi RKAB 2026.

Berapa alokasi DMO untuk pembangkit listrik PLN?

Alokasi batu bara untuk pembangkit PLN ditetapkan 154 juta ton pada 2026, dengan harga patokan 70 dolar Amerika Serikat per ton.

Apakah kuota nikel 2027 sudah ditetapkan?

Belum. Kementerian ESDM menyatakan RKAB nikel 2027 masih dievaluasi dan ditargetkan rampung sebelum tahun depan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga