Kerusakan di Kota Lain
Di Lyon, demonstran membakar kantor pariwisata di pusat kota. Di Marseille dan Lille, massa menerobos masuk ke balai kota dan merusak sejumlah ruangan. Di Bordeaux, kompleks kepolisian juga diserang dan dirusak sebelum massa meninggalkan lokasi.
Penjarahan dilaporkan terjadi di beberapa kota, terutama pada toko pakaian, toko elektronik, dan gerai makanan. Sejumlah rekaman memperlihatkan orang membawa barang keluar dari toko yang kacanya pecah. Polisi mengevakuasi beberapa area komersial untuk mencegah penjarahan lanjutan.
Di tengah situasi itu, seorang wartawan yang meliput dilaporkan menjadi sasaran intimidasi, baik verbal maupun fisik. Insiden terhadap jurnalis menambah catatan kelam aksi kali ini dan biasanya disorot organisasi kebebasan pers.
Respons Presiden Macron
Presiden Emmanuel Macron menegaskan tidak ada ruang bagi kekerasan di republik. Dalam unggahan di X pada Sabtu malam, ia menyatakan pelaku yang merusak, menyerang prefektur, dan menjarah akan dituntut serta dihukum. Ia juga menyampaikan dukungan kepada aparat keamanan.
Macron menyebut kelompok ultrakiri mengorkestrasi kekerasan di sejumlah kota, sementara pelaku kriminal ikut memanfaatkan situasi untuk menjarah. Pernyataan itu disampaikan setelah ia menggelar rapat darurat dengan sejumlah menteri, menurut laporan Euronews.
Kontroversi Senjata Pengendali Massa
Isu lain yang mencuat adalah penggunaan senjata pengendali massa oleh polisi. Di Saint-Etienne, seorang demonstran dilaporkan kehilangan tangan akibat granat pengendali massa. Informasi itu berasal dari sumber kepolisian yang dikutip kantor berita AFP.
Sebelumnya, seorang remaja berusia 15 tahun kehilangan tangan akibat granat serupa dalam aksi di Lens pada 5 Oktober 2026. Peristiwa itu memicu kritik keras dan mendorong Menteri Dalam Negeri menghentikan sementara penggunaan salah satu jenis granat tersebut terhadap demonstran muda.
Organisasi hak asasi manusia menuntut penyelidikan independen atas penggunaan senjata itu. Mereka menilai prosedur pengendalian massa perlu ditinjau ulang. Sampai berita ini disusun, belum ada keterangan resmi soal hasil penyelidikan insiden di Saint-Etienne.
Dampak Politik Jelang Pemilu
Prancis akan menggelar pemilihan presiden dalam sekitar enam bulan. Gelombang protes ini menambah tekanan politik bagi pemerintahan yang sedang menghadapi krisis fiskal. Isu biaya hidup menjadi tema yang mudah menyatukan kelompok pelajar, pekerja, dan pensiunan.
Kembalinya simbol rompi kuning mengingatkan pada gelombang protes 2018. Saat itu aksi serupa berlangsung lama dan memaksa pemerintah menyesuaikan kebijakan bahan bakar. Perbedaannya, kini aksi dipicu kombinasi harga energi, anggaran pendidikan, dan ketidakpastian politik.
Perbandingan dengan peristiwa internasional lain bisa dibaca pada artikel peringatan gempa Jepang yang sempat keliru dan perdagangan RI-Rusia yang menembus 4,84 miliar dolar.
Apa yang Diketahui
Unjuk rasa nasional berlangsung di Prancis pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menuntut penurunan biaya hidup dan perbaikan layanan publik. Sejumlah aksi berakhir rusuh, dengan penjarahan, pembakaran kendaraan, dan perusakan gedung publik. Balai kota Limoges berusia 143 tahun terbakar parah.
Kementerian Dalam Negeri melaporkan ratusan penangkapan, sementara sejumlah media melaporkan angka yang jauh lebih tinggi. Pemerintah menyebut ada sekitar 550.000 peserta, sedangkan serikat pekerja CGT mengklaim 800.000 peserta. Presiden Macron menegaskan pelaku kekerasan akan dituntut.
Sejumlah insiden kekerasan melibatkan aparat, termasuk luka berat akibat granat pengendali massa. Penggunaan salah satu jenis granat sudah dihentikan sementara terhadap demonstran muda sejak insiden awal Oktober.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Angka penangkapan dan jumlah peserta belum final. Belum ada satu rilis resmi yang memuat seluruh data dari semua kota pada waktu yang sama. Perbedaan angka antar media mencerminkan pembaruan yang berbeda, bukan tentu pertentangan fakta.
FAQ
Berapa orang yang ditangkap dalam kerusuhan Prancis?
Angkanya berbeda antar sumber. CBS dan Los Angeles Times mengutip 272 penangkapan, Euronews sekitar 400, DW lebih dari 1.000, dan Media Indonesia 1.200. Semua angka masih bersifat sementara dan dapat berubah.
Mengapa balai kota Limoges terbakar?
Pemerintah menyatakan ada pembobolan dan pembakaran sengaja oleh sekelompok demonstran bermasker. Kebakaran menghancurkan sebagian besar atap dan dua pertiga bagian luar gedung berusia 143 tahun itu.
Apakah kerusuhan sudah mereda?
Belum ada laporan resmi yang menyatakan situasi sepenuhnya kondusif. Pemerintah menambah personel keamanan, sementara serikat pekerja dan kelompok pelajar masih membuka kemungkinan aksi lanjutan.
Baca juga
- Politik Nasional: Bupati Sabu Raijua Dilaporkan ke Polisi
- Tambang Nasional: Kontrak Batu Bara 2027 Belum Diteken
- Viral Hari Ini: Replit Tinggalkan Anthropic, Pilih OpenAI
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


