Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

PAN Luwu Timur: Yusuf Pombatu dan Bersih Kampung Sorowako

28 Oktober 2026 • Admin • 43 kali dibaca
PAN Luwu Timur: Yusuf Pombatu bersama warga dalam gerakan bersih kampung di Sorowako, Kecamatan Nuha
Gambar: Dok. Luwuraya.com (gerakan Mompokolena Inia di Desa Sorowako).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, NUHA — PAN Luwu Timur menaruh perhatian pada hal yang sering dianggap remeh: kebersihan kampung. Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yusuf Pombatu, S.E., menyatakan dukungan penuh atas gerakan bersih-bersih bertajuk “Mompokolena Inia” yang digelar di Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Ahad (10/8/2025). Kegiatan itu diinisiasi mahasiswa KKN Tematik 114 Pariwisata Universitas Hasanuddin bersama masyarakat, pemerintah desa, komunitas, hingga perusahaan lokal. Bagi legislator daerah pemilihan Nuha–Towuti itu, kebersihan bukan urusan teknis semata, melainkan fondasi bagi masa depan pariwisata Sorowako.

Aksi tersebut mengusung tema “One Move for Sorowako, One Future for Us”. Sasaran kegiatannya bukan hanya jalan utama desa, tetapi juga area publik, jalur wisata, dan titik-titik strategis yang biasa dilalui warga maupun tamu. Pilihan lokasi itu menunjukkan arah yang jelas: kebersihan dirawat di tempat yang paling terlihat, karena di situlah kesan pertama atas Sorowako terbentuk.

PAN Luwu Timur dan gerakan warga Sorowako

Dalam kegiatan tersebut, Yusuf menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan kunci pengembangan pariwisata daerah. Pernyataan itu masuk akal bagi Sorowako, desa yang berada di tepian Danau Matano dan tercatat sebagai desa wisata di portal Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata.

“Dukungan semua pihak, baik tenaga maupun materi, sangat dibutuhkan. Mari kita jaga lingkungan sebagai warisan untuk anak cucu kita,” ujarnya, seperti dikutip Luwuraya.com.

Tata Atur
Iklan

Ia juga menjelaskan bahwa Mompokolena Inia, yang berarti membersihkan kampung, bukan sekadar kegiatan memungut sampah. Menurutnya, gerakan itu membangun kesadaran kolektif masyarakat. “Gerakan ini harus menjadi tradisi lintas generasi demi kelestarian alam Sorowako,” tambahnya.

Bagi Fraksi PAN di DPRD Luwu Timur, pernyataan itu sejalan dengan fungsi representasi yang melekat pada jabatan anggota dewan. Sorowako dan Towuti adalah wilayah yang hidup dari dua hal sekaligus: operasi industri nikel yang sudah puluhan tahun berjalan, dan perairan danau yang menjadi sumber air serta ruang hidup warga. Pola kerja legislator dari Fraksi PAN di daerah pemilihan lain bisa dibaca pada artikel Reses Dapil III tampung 149 aspirasi.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Apa itu Mompokolena Inia

Secara harfiah, Mompokolena Inia berarti membersihkan kampung. Dalam pelaksanaannya, gerakan ini melibatkan warga untuk membereskan area publik, jalur wisata, dan titik-titik strategis desa. Yang membedakannya dari kerja bakti biasa adalah keterlibatan lintas pihak sejak awal: mahasiswa, pemerintah desa, komunitas, dan perusahaan lokal.

Koordinator Desa KKN Tematik 114 Pariwisata Unhas, Nayla Anandita Saputra, menjelaskan bahwa gerakan tersebut tidak hanya sebatas membersihkan sampah. Kegiatan itu juga membangun nilai kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial antarwarga.

Pilihan tema pariwisata oleh mahasiswa KKN bukan kebetulan. Sorowako adalah pintu masuk utama kawasan Danau Matano, danau tektonik purba yang menjadi ikon wisata Luwu Timur. Selama ini, kunjungan ke Sorowako berpusat pada titik-titik tepian danau seperti Pantai Ide, Pantai Salonsa, dan Pantai Molino. Jalur menuju titik-titik itu melewati permukiman warga, sehingga kebersihan kampung langsung memengaruhi pengalaman pengunjung.

Kolaborasi lintas pihak yang dijaga

Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, membuka kegiatan tersebut secara resmi. Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Unhas dan menilai gerakan itu selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Jum’at Bersih Juara.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unhas yang mengangkat tema Mompokolena Inia atau Restorasi Kampung. Ini adalah gerakan positif yang patut dilestarikan,” ujarnya.

Menurut Arief, kegiatan itu menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat, komunitas, perusahaan, dan lembaga pendidikan. Ia berharap gerakan semacam itu menjadi budaya yang terus hidup, bukan kegiatan seremonial yang berhenti setelah dokumentasi.

Pola kolaborasi seperti ini penting di kawasan industri. Di banyak daerah, hubungan antara perusahaan, warga, dan pemerintah desa berjalan sendiri-sendiri. Ketika ada agenda yang menyatukan mereka di lapangan, hasilnya bukan hanya lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga saluran komunikasi yang lebih pendek ketika muncul persoalan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga