Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Oleh-oleh Sorowako di Pasar Makassar

19 Oktober 2026 • Admin • 25 kali dibaca
Produk UMKM binaan Sorowako di expo HUT Sulawesi Selatan, bagian promosi pariwisata Lutim
Gambar: Dok. Kabar Lutim, Expo UMKM dan Kuliner HUT Sulsel ke-357 di Makassar, 18 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

Nikel di Balik Etalase

Konteks ekonomi Luwu Timur membuat langkah ini masuk akal. Mengutip data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan yang dirilis 1 Oktober 2026, Vale menyebut ekspor komoditas nikel Sulsel sepanjang Januari–Agustus 2026 berkontribusi 57,11 persen dari total ekspor year-to-date sebesar USD 1,02 miliar. Ekspor nikel saja mencapai USD 584,16 juta atau sekitar Rp10,55 triliun, sebagaimana disampaikan Kepala BPS Sulsel Aryanto.

Angka itu menunjukkan betapa besar nilai tambah yang lahir dari tanah Luwu Timur. Tetapi angka yang sama juga menunjukkan ketimpangan struktur: satu komoditas mendominasi, sementara sektor lain berjalan di belakang. Ketika harga nikel bergerak, seluruh ekonomi daerah ikut bergetar. Di sinilah produk UMKM dan pariwisata berfungsi sebagai bantalan.

Wisata dan oleh-oleh tidak bisa menggantikan tambang. Keduanya berbeda skala. Namun keduanya menyebar manfaat lebih merata: warung, pengrajin, penjual keripik, dan pemilik homestay merasakan dampaknya langsung, tanpa menunggu siklus investasi bertahun-tahun.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Panggung Kuliner Kepala Daerah

Rangkaian HUT Sulsel ke-357 mengusung tema Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur. Tema itu diterjemahkan dalam kegiatan yang ringan: lomba memasak nasi goreng antarkepala daerah di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Ahad (18/10/2026).

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam ikut turun tangan, didampingi Ketua TP PKK Luwu Timur Ani Nurbani. Ia meracik bumbu dan mengolah bahan hingga menyajikan hidangan yang ia namai Nasi Goreng Juara. Menurut Irwan, mengolah masakan menuntut ketelitian dan takaran yang tepat, sebagaimana menjalankan roda pemerintahan.

Bagi industri pariwisata, adegan semacam ini punya nilai promosi yang murah. Kuliner adalah pintu masuk paling mudah bagi orang luar untuk mengenal sebuah daerah. Sayangnya, publikasi tingkat provinsi sering berhenti pada sosok kepala daerah, bukan pada produk daerah yang bisa dibeli wisatawan. Padahal di meja yang sama, keripik dan anyaman Sorowako sedang menunggu dilihat.

Yang Masih Perlu Dibenahi

Kalau ingin etalase Makassar berubah menjadi arus pembeli yang berkelanjutan, ada beberapa pekerjaan rumah yang tidak bisa dilewati.

  • Legalitas dan izin edar. Produk makanan rumahan perlu memenuhi ketentuan izin edar dan sertifikasi agar bisa masuk toko modern, hotel, dan bandara.
  • Kemasan dan label. Label memuat nama produk, komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan kontak produsen. Tanpa itu, produk sulit dipercaya pembeli luar daerah.
  • Katalog bersama. Satu daftar resmi produk unggulan tiap kecamatan akan memudahkan hotel, kafe, dan toko oleh-oleh memesan.
  • Logistik. Pengiriman dari Sorowako ke Makassar harus dihitung sebagai bagian biaya produksi, bukan kejutan di akhir.
  • Cerita pengrajin. Wisatawan membeli cerita, bukan hanya barang. Profil singkat pengrajin dan asal bahan menaikkan nilai jual anyaman.

Pemerintah kabupaten bersama pelaku usaha sebenarnya sudah memiliki bahan untuk itu. Data kunjungan wisata per kecamatan, daftar UMKM binaan perusahaan, dan program pelatihan kewirausahaan yang berjalan di daerah dapat disatukan menjadi satu direktori.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa yang dibawa Vale Indonesia ke HUT Sulsel ke-357?

Produk UMKM binaan dari wilayah operasional Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, antara lain keripik pisang, aneka keripik, dan anyaman pengrajin lokal. Produk itu dipamerkan di Expo UMKM dan Kuliner Lapangan Hasanuddin, Makassar, 16–18 Oktober 2026.

Apakah wisatawan bisa membeli produk itu di Luwu Timur?

Produk tersebut merupakan hasil UMKM binaan di sekitar Sorowako. Ketersediaan stok dan lokasi penjualan bergantung pada masing-masing pelaku usaha; belum ada katalog resmi terpadu yang mencantumkan daftar penjual.

Berapa harga oleh-oleh khas Luwu Timur?

Harga tidak disebutkan dalam keterangan resmi yang tersedia, sehingga tidak dicantumkan dalam artikel ini. Pembaca sebaiknya menanyakan langsung kepada produsen atau penjual di Sorowako dan Malili.

Penutup

Pariwisata tidak berhenti pada pemandangan danau. Ia berlanjut di meja kasir, di rak toko oleh-oleh, dan di tangan pengrajin yang bekerja di ruang tamu rumahnya. Membawa keripik pisang dan anyaman Sorowako ke Lapangan Hasanuddin adalah langkah pembuka yang tepat, karena di situlah wisatawan dari berbagai daerah berkumpul.

Namun pameran hanya berlangsung tiga hari. Yang menentukan adalah apa yang terjadi setelah tenda dibongkar: apakah produk itu kembali ke dus, atau masuk ke katalog toko oleh-oleh, etalase hotel, dan toko bandara. Jika jalur itu terbuka, maka setiap kunjungan ke danau tidak lagi berakhir dengan foto saja, tetapi dengan uang yang tinggal di Luwu Timur.

Sumber: Kabar Lutim dan Luwuraya.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar wisata Luwu Timur ada di kanal wisata Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga