Puncak Harkopnas Sabtu Malam
Sebelum jalan sehat, panitia menjadwalkan puncak acara Harkopnas ke-79 pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 19.30 WITA, di Lapangan Iniaku. Tamu undangan dianjurkan mengenakan batik.
Harkopnas tahun ini mengusung tema “Transformasi Koperasi Modern Berdaya Saing, Sulawesi Selatan Maju, Indonesia Berjaya”. Kegiatan diikuti kontingen dari 23 kabupaten dan kota, unsur pemerintah daerah, gerakan koperasi, pelaku UMKM, dan dunia usaha.
Panitia memperkirakan jumlah peserta sepanjang rangkaian kegiatan mencapai sekitar 3.000 orang. Angka itu membuat Sorowako menjadi salah satu titik pertemuan terbesar di Sulawesi Selatan pada pekan pertama Oktober 2026.
Sebelumnya, pada pembukaan, sejumlah koperasi berprestasi menerima penghargaan. Dari Luwu Timur, penerimanya antara lain KDKMP Desa Balantang, KDKMP Desa Matompi, dan KDKMP Desa Langkea Raya.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Berkah bagi Pelaku Usaha Wisata dan UMKM
Bagi pelaku usaha di Nuha dan Sorowako, rangkaian Harkopnas menghadirkan pasar yang jarang datang. Penginapan, warung, penyedia transportasi, hingga pedagang oleh-oleh merasakan tambahan pelanggan selama lima hari penyelenggaraan expo.
Panitia menyebut pameran dirancang bukan hanya sebagai ruang memajang produk. Expo diarahkan memperluas akses pemasaran, mempertemukan pelaku usaha, serta memperkenalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif Luwu Timur.
Oleh-oleh dan Kuliner Khas
Pada rangkaian kegiatan, peserta dari luar daerah juga dijadwalkan mengunjungi Danau Matano dan Taman Kehati. Kuliner khas seperti dange turut diperkenalkan sebagai bagian dari identitas daerah.
Selain dari expo, kanal pemasaran produk warga kini bertambah. Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, menjadi titik singgah yang praktis bagi wisatawan yang ingin membawa pulang produk UMKM Luwu Timur sebelum meninggalkan kawasan danau.
Karena itu, geliat wisata Luwu Timur tidak berdiri sendiri. Ia bersambung dengan usaha kecil warga, koperasi desa, dan penyedia jasa yang tumbuh di sekitar destinasi.
Kapan Sebaiknya Berkunjung ke Sorowako
Untuk warga yang berencana menyusul ke Pantai Ide setelah acara jalan sehat, waktu paling nyaman adalah pagi atau sore hari. Pada pagi hari, suasana pantai cenderung lebih sepi dan cocok untuk berjalan kaki menyusuri garis tepi danau. Pada sore hari, angin danau mulai terasa dan langit biasanya lebih ramah untuk berfoto.
Perjalanan menuju Nuha dari arah Malili memakan waktu sekitar dua jam dengan kendaraan pribadi. Kondisi jalan dan cuaca sangat menentukan kenyamanan perjalanan, terutama jika hujan turun di bagian tengah rute. Sebaiknya periksa kendaraan, bahan bakar, dan persediaan air sebelum berangkat.
Untuk tarif masuk kawasan, jam operasional, atau layanan pengelola, wisatawan disarankan menanyakan langsung kepada pengelola destinasi atau Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparmudora) Luwu Timur. Informasi resmi itu belum tersedia lengkap di kanal umum, sehingga cara paling aman adalah bertanya sebelum berkunjung.
Yang jelas, akhir pekan ini akan menjadi ujian kecil bagi kesiapan Luwu Timur menerima kunjungan: kesiapan transportasi, kebersihan kawasan, hingga kenyamanan peserta di titik finis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Jalan Sehat Anti Mager terbuka untuk umum?
Kegiatan ini bagian dari rangkaian Harkopnas ke-79 tingkat Sulawesi Selatan yang digelar pemerintah daerah bersama panitia. Masyarakat, khususnya warga Sorowako dan sekitarnya, diundang hadir pada Minggu pagi, 11 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 WITA.
Apakah rutenya berat untuk pemula?
Rute dirancang sebagai jalan sehat, bukan lomba lari. Pesan utamanya adalah membiasakan aktivitas fisik harian. Peserta tetap dianjurkan memakai alas kaki yang nyaman dan membawa air minum.
Apakah Pantai Ide bisa dikunjungi pada hari biasa?
Pantai Ide merupakan kawasan wisata di tepian Danau Matano, Kecamatan Nuha, yang biasa dikunjungi warga. Untuk jam kunjungan dan ketentuan kawasan, sebaiknya dikonfirmasi ke pengelola atau Disparmudora Luwu Timur karena informasinya dapat berubah mengikuti agenda daerah.
Sumber dan Catatan
Informasi jadwal puncak acara dan Jalan Sehat Anti Mager mengacu pada pemberitaan Malili Pos dan Chanel Tipikor. Perkiraan jumlah peserta merujuk pemberitaan Sindomakassar dan Penalutim mengenai persiapan tuan rumah Harkopnas.
Artikel terkait di SuaraLutim: Wisata Luwu Timur: Pantai Ide dan Pesona Danau Matano, Wisata Luwu Timur: Jelajah Danau Matano Tutup Expo, dan Destinasi Luwu Timur: Oleh-Oleh Khas di Rumah Telaloa.


