Sinergi Polri, Pemda, dan Warga
Yang membedakan kegiatan ini dari kerja bakti biasa adalah keterlibatan lintas lembaga. Polres Luwu Timur menyediakan personel, Polsek Malili menggerakkan jajaran tingkat kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup menangani sisi teknis persampahan. Warga serta pedagang terlibat sebagai pihak yang paling berkepentingan atas hasilnya.
Pola seperti ini sejalan dengan pengalaman Luwu Timur dalam pengelolaan sampah. Pada 19 September 2026, kabupaten ini tercatat meraih penghargaan terbaik pertama pengelolaan sampah tingkat Sulawesi, dan inisiatif seperti pengolahan sampah 14 pasar menjadi pakan sapi pernah dibahas sebagai praktik yang layak diperluas. Artinya, kapasitas kelembagaan sudah ada; yang dibutuhkan adalah rutinitas dan pembagian tugas yang jelas.
Peran Dinas Lingkungan Hidup
Dinas Lingkungan Hidup memegang kunci karena memiliki armada, tempat pembuangan, dan kewenangan penjadwalan pengangkutan. Tanpa dukungan dinas ini, aksi kebersihan hanya akan memindahkan sampah dari lorong pasar ke pinggir jalan. Karena itu, kehadiran DLH dalam kegiatan kemarin adalah sinyal bahwa persoalan tidak berhenti pada simbolik.
Peran Polsek Malili
Polsek Malili berperan menjaga agar kegiatan berjalan tertib dan diterima pedagang. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan humanis: petugas datang lebih dulu untuk berbincang, bukan menertibkan dengan paksaan. Cara ini penting agar pedagang tidak merasa dituduh sebagai penyebab masalah.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Pelajaran untuk Pasar Lain di Luwu Timur
Luwu Timur memiliki banyak pasar kecamatan yang menghadapi persoalan serupa: drainase tersumbat, sampah tidak terangkut, dan area bongkar muat yang sempit. Jika model Green Policing ingin diperluas, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar tidak berhenti sebagai acara seremonial.
Pertama, jadwal yang tetap. Kerja bakti insidental hanya menyelesaikan persoalan sesaat. Kedua, keterlibatan pedagang sejak perencanaan, misalnya melalui paguyuban pasar, supaya penataan tidak berbenturan dengan kebiasaan berdagang. Ketiga, pengangkutan sampah yang terjadwal setelah aksi bersih-bersih, agar hasilnya tidak hilang dalam beberapa hari.
Pengalaman penertiban lapak di Pasar Wawondula pada 22 Oktober 2026 menunjukkan pola yang sama: pendekatan humanis lebih diterima pedagang dibanding tindakan mendadak. Dua peristiwa berurutan ini memperlihatkan bahwa persoalan pasar di Luwu Timur sedang menjadi perhatian bersama.
Yang Masih Belum Jelas
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi mengenai apakah Green Policing akan digelar rutin dan pasar mana yang menjadi sasaran berikutnya. RadarLuwu mencatat masih berupaya memperoleh keterangan tersebut. SuaraLutim juga belum mendapatkan jadwal resmi dari Polres Luwu Timur maupun Dinas Lingkungan Hidup, sehingga informasi soal frekuensi kegiatan belum bisa dipastikan.
Yang bisa dipastikan, kegiatan 23 Oktober melibatkan tiga unsur sekaligus dan berlangsung di pasar yang menjadi pusat perdagangan kabupaten. Bagi pembaca yang hendak menilai dampaknya, ukuran paling sederhana adalah kondisi pasar dalam beberapa pekan ke depan: apakah saluran air tetap mengalir, apakah sampah terangkut setiap hari, dan apakah pedagang merasa ada perubahan.
FAQ: Green Policing di Pasar Malili
Kapan aksi Green Policing digelar?
Aksi berlangsung pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026, di kawasan Pasar Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Siapa saja yang terlibat?
Personel Polres Luwu Timur, Polsek Malili, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan dipimpin Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi.
Apakah kegiatan ini akan berlanjut di pasar lain?
Belum ada keterangan resmi. Sampai berita ini ditayangkan, jadwal lanjutan dan daftar pasar sasaran belum diumumkan.
Mengapa pasar menjadi sasaran kegiatan kepolisian?
Menurut keterangan Polres Luwu Timur, pasar yang bersih membuat pedagang nyaman, pembeli sehat, dan ketertiban masyarakat terjaga. Pasar juga merupakan pusat aktivitas warga yang paling ramai setiap hari.
Baca juga
- Viral Luwu Timur: Tumpahan Solar dan Sorotan PT Tizar
- Viral Luwu Timur: Kebakaran Lahan di Puncak Indah Malili
- Luwu Timur: Praperadilan Tiga Tersangka Loeha Ditolak
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.
Gambar: Dok. Polres Luwu Timur via RadarLuwu, aksi Green Policing di Pasar Malili, 23 Oktober 2026.


