Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Politik

Berita Luwu Timur: DPRD Soroti Serapan APBD 2026

3 September 2026 • Admin
Anggota DPRD Luwu Timur menyoroti serapan APBD 2026 dalam berita luwu timur terbaru
Gambar: Luwuraya.com

Risiko Anggaran Menumpuk di Akhir Tahun

Sarkawi mengingatkan agar pelaksanaan anggaran tidak menumpuk pada penghujung tahun. Menurutnya, penumpukan anggaran dapat membuat serapan menjadi tidak optimal dan berisiko melewati tahun anggaran.

Ia secara khusus mengingatkan agar tidak terjadi penumpukan anggaran pada akhir tahun, terlebih sampai terdapat anggaran yang disebutnya “nyebrang ke tahun 2027”. Istilah itu merujuk pada belanja yang tidak selesai pada tahun anggaran berjalan sehingga harus dibawa ke tahun berikutnya.

Ia menambahkan, percepatan serapan anggaran diharapkan dapat menjaga perputaran ekonomi daerah tetap berjalan normal. Belanja pemerintah daerah merupakan salah satu penggerak permintaan di pasar lokal.

Efek Belanja Akhir Tahun bagi Perekonomian Lokal

Ketika belanja menumpuk di akhir tahun, uang pemerintah masuk ke pasar secara bersamaan dalam waktu singkat. Pola itu dapat menimbulkan gejolak harga barang dan jasa tertentu serta mengurangi mutu pekerjaan karena waktu pelaksanaan yang sempit.

Sebaliknya, belanja yang tersebar sepanjang tahun memberikan aliran permintaan yang lebih stabil. Pelaku usaha, penyedia barang, dan tenaga kerja lokal memperoleh manfaat secara lebih merata.

Fungsi Penganggaran DPRD dan Pengawasan Eksekusi

Fungsi budgeting DPRD mencakup pembahasan dan penetapan anggaran bersama pemerintah daerah. Setelah anggaran ditetapkan, dewan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaannya.

Pengawasan itu bertujuan memastikan belanja dijalankan sesuai peruntukan dan tidak menyimpang dari kesepakatan. Hasil pengawasan menjadi bahan masukan pada pembahasan anggaran periode berikutnya.

Melalui bimbingan teknis seperti yang diikuti Sarkawi, anggota dewan memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan dan aset daerah. Pembekalan itu diharapkan meningkatkan kualitas pembahasan anggaran.

Kaitan dengan Pengelolaan Aset Daerah

Selain keuangan, pengelolaan aset daerah menjadi bagian penting dalam pembekalan tersebut. Aset yang tercatat dengan baik memudahkan perencanaan pemeliharaan dan pemanfaatan.

Penataan aset yang tertib juga membantu pemerintah daerah menghindari persoalan hukum di kemudian hari. Ketertiban administrasi aset berkontribusi pada tertibnya laporan keuangan.

Percepatan Belanja dan Kesiapan Perangkat Daerah

Upaya mempercepat serapan anggaran tidak hanya bergantung pada dokumen perubahan anggaran. Perangkat daerah sebagai pelaksana kegiatan juga perlu menyiapkan perencanaan pengadaan sejak awal agar kegiatan dapat berjalan begitu anggaran tersedia.

Kelambatan pada tahap persiapan sering kali menjadi penyebab mundurnya pelaksanaan fisik di lapangan. Penyusunan spesifikasi, penjadwalan pekerjaan, dan kesiapan sumber daya menjadi faktor penentu kecepatan belanja.

Karena itu, perhatian pada serapan anggaran sebaiknya diikuti dengan pembenahan pada tahap perencanaan teknis. Dengan begitu, percepatan belanja tidak berhenti pada penyesuaian angka di dokumen anggaran.

Belanja Daerah dan Sektor yang Menyerapnya

Belanja daerah menyentuh berbagai sektor, mulai dari pekerjaan konstruksi jalan dan gedung, pengadaan barang dan jasa, hingga program pelayanan langsung kepada masyarakat. Masing-masing memiliki pola waktu yang berbeda.

Pekerjaan konstruksi umumnya menyesuaikan kondisi lapangan dan cuaca, sedangkan program pelayanan cenderung berjalan sepanjang tahun. Perbedaan pola itu membuat kecepatan serapan antarbagian bisa berbeda satu sama lain.

Memahami pola tersebut membantu DPRD dan pemerintah daerah menentukan bagian mana yang memerlukan dorongan lebih. Evaluasi bisa diarahkan pada tahap yang benar-benar menghambat, bukan pada seluruh belanja secara seragam.

FAQ Serapan APBD Luwu Timur 2026

Apa yang disoroti anggota DPRD Luwu Timur soal APBD 2026?

Anggota DPRD Luwu Timur Sarkawi Hamid menyoroti daya serap anggaran yang dinilainya masih mengalami sedikit kelambatan, meski kondisi fiskal daerah dinilai stabil dan terkendali.

Kapan Perubahan APBD 2026 diharapkan ditetapkan?

Sarkawi berharap penetapan Perubahan APBD 2026 dapat dilakukan pada akhir September 2026, sehingga penyesuaian pendapatan dan belanja bisa segera berjalan dan serapannya lebih efektif.

Mengapa penumpukan anggaran akhir tahun perlu dihindari?

Penumpukan anggaran dinilai membuat serapan tidak optimal dan berisiko melewati tahun anggaran. Selain itu, belanja yang menumpuk di akhir tahun mengurangi efektivitas pelaksanaan dan perputaran ekonomi daerah.

Penutup

Sorotan terhadap serapan APBD 2026 Luwu Timur mengarah pada satu hal: waktu pelaksanaan anggaran. Harapan agar Perubahan APBD ditetapkan pada akhir September 2026 menjadi kunci agar belanja bukan hanya terserap, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Perkembangan pembahasan anggaran daerah dapat diikuti pada kanal politik Luwu Timur. Artikel terkait antara lain catatan fraksi saat APBD Perubahan disahkan dan sorotan lima fraksi terhadap APBD Lutim.

Referensi: laporan Luwuraya, Kementerian Keuangan, dan portal Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga