Hilirisasi: ekspor US$6,54 miliar, PNBP Rp21 triliun
Di sisi lain, agenda hilirisasi menunjukkan hasil yang bisa diukur. Menurut laporan RRI.co.id (4/10/2026), nilai ekspor nikel dan barang daripadanya pada semester I 2026 mencapai US$6,54 miliar atau naik 69,3 persen, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak dari komoditas nikel mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026. Angka PNBP itu naik dari sekitar Rp10 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, melengkapi sorotan SuaraLutim soal PNBP nikel yang naik meski produksi turun.
Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai capaian itu menunjukkan hilirisasi mulai menciptakan nilai tambah. Namun ia menegaskan sebagian besar pengolahan masih berhenti pada produk antara seperti nickel pig iron (NPI) dan feronikel untuk industri baja nirkarat. Tahap berikutnya adalah memperpanjang rantai hingga prekursor, katoda, sel baterai, dan manufaktur akhir.
Tiga proyek HPAL Vale, termasuk Sorowako
Pendalaman rantai nilai itu salah satunya ditempuh lewat teknologi high pressure acid leach (HPAL). PT Vale Indonesia Tbk, yang berada di bawah holding pertambangan MIND ID, mengembangkan proyek HPAL di Pomalaa, Morowali, dan Sorowako dengan kapasitas produksi gabungan sekitar 240.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Total program investasi strategis PT Vale di Indonesia disebut sekitar US$7,2 miliar, sementara proyek Pomalaa dikembangkan bersama Ford Motor Co. dan Zhejiang Huayou Cobalt melalui PT Kolaka Nickel Indonesia dengan nilai investasi sekitar US$4,5 miliar dan kapasitas hingga 120.000 ton nikel terkandung dalam MHP per tahun.
Teknologi HPAL memungkinkan bijih limonit berkadar rendah diolah menjadi bahan baku nikel kelas 1 untuk rantai pasok baterai kendaraan listrik. Menurut CORE, jalur itu memperluas pemanfaatan sumber daya, tetapi MHP tetap produk antara sehingga dampaknya lebih besar bila diproses lanjut di dalam negeri.
Bagi Luwu Timur, proyek HPAL di Sorowako membuat koreksi HPM pada kadar rendah tidak bisa dibaca sebagai kabar buruk semata. Jalur pengolahan limonit memberi nilai tambah pada lapisan bijih yang dulu terbatas pemakaiannya. Arah kebijakan hilirisasi kini dikoordinasikan satu pintu lewat Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, seperti diulas SuaraLutim dalam artikel hilirisasi nikel dikoordinasi satu pintu.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa artinya bagi tambang Luwu Timur dan Sorowako
Sorowako adalah salah satu pusat tambang nikel tertua di Indonesia. Karena HPM menjadi acuan dalam transaksi bijih nikel domestik, pergerakan harga patokan berpengaruh pada beberapa hal sekaligus.
- Nilai jual bijih. Ketika HPM turun, nilai transaksi bijih dari penambang ke pembeli ikut menyesuaikan sehingga margin pemasok maupun kontraktor tambang menyempit.
- Penerimaan negara dan daerah. Royalti serta PNBP minerba dihitung dari nilai jual, sehingga koreksi harga acuan turut memengaruhi setoran yang sebagian dibagikan ke daerah penghasil.
- Rencana kerja dan belanja. Kepastian kuota RKAB dan harga acuan menentukan keberlanjutan operasi, termasuk alokasi untuk reklamasi dan pascatambang.
- Ekonomi lokal. Belanja perusahaan tambang dan pemberian pekerjaan kepada jasa lokal di sekitar kawasan tambang bergantung pada aktivitas operasi, bukan hanya besaran produksi.
Sampai artikel ini disusun, belum ada pernyataan resmi yang khusus menyoroti Sorowako atau Luwu Timur terkait HPM Oktober 2026. Yang pasti, harga patokan itu sudah berlaku sebagai acuan transaksi bijih domestik.
Empat hal yang perlu dicermati
- HMA periode berikutnya. Pergerakan HMA Oktober periode kedua menentukan apakah koreksi awal bulan berlanjut.
- Kuota dan pasokan smelter. Tanpa tambahan kuota, pasokan bijih domestik harus bertemu kebutuhan pengolahan yang sudah terbangun.
- Perdalam rantai nilai. Proyek prekursor, katoda, dan sel baterai menentukan seberapa besar nilai tambah yang tinggal di daerah penghasil.
- Energi dan lingkungan. Kapasitas pengolahan menuntut pasokan energi dan tata kelola lingkungan yang sepadan.
FAQ
Apa beda HMA dan HPM nikel?
HMA adalah harga mineral logam acuan yang ditetapkan pemerintah setiap periode melalui keputusan menteri ESDM dan menjadi salah satu basis perhitungan harga. HPM adalah harga patokan untuk komoditas tertentu, dalam hal ini bijih nikel, yang angkanya diturunkan menurut kadar nikel, kadar air, dan basis penyerahan.
Mengapa HPM nikel turun tajam pada Oktober 2026?
HMA nikel periode pertama Oktober 2026 ditetapkan US$16.322,67 per dmt, turun US$375,33 atau sekitar 2,25 persen dari periode kedua September 2026 yang berada di US$16.698,00 per dmt. Karena HPM memakai HMA sebagai komponen, penurunan itu langsung tercermin pada semua jenjang kadar bijih.
Apakah penurunan HPM otomatis menurunkan harga beli bijih di lapangan?
HPM adalah acuan resmi dalam transaksi bijih nikel domestik. Praktik lapangan bisa berbeda tergantung kesepakatan, kadar, jarak, dan biaya logistik, sehingga HPM umumnya menjadi rujukan negosiasi, bukan harga tunggal.
Sumber: Kementerian ESDM (Kepmen ESDM No. 384.K/MB.01/MEM.B/2026), Media Nikel Indonesia (nikel.co.id, 1/10/2026), RRI.co.id (4/10/2026), ANTARA News Sulteng (5/10/2026), Kontan.co.id (14/8/2026), CNBC Indonesia (29/9/2026).
Gambar: Dok. ANTARA.


