Jumat, 23 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: KPK Tahan 7 Tersangka Jalan Sumut

22 Oktober 2026 • zul • 23 kali dibaca
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, tempat KPK menahan tujuh tersangka kasus proyek jalan Sumatera Utara
musnahterinjak, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Pasal yang Disangkakan

Para tersangka diduga melanggar Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ketentuan itu dikaitkan dengan Pasal 606 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Pasal 12B mengatur tentang gratifikasi, yaitu penerimaan hadiah atau janji yang berhubungan dengan jabatan. Ancaman hukuman bagi pelanggar pasal tersebut tergolong berat, termasuk pidana penjara dan denda.

Kuasa hukum para tersangka belum menyampaikan pembelaan resmi di depan publik. Artikel ini akan diperbarui bila ada bantahan atau hak jawab yang disampaikan melalui jalur resmi.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Dampak pada Proyek Infrastruktur

Kasus ini menyoroti praktik biaya komitmen dalam pengadaan jalan di daerah. Jika biaya tersebut dibebankan sejak awal, kualitas pekerjaan berpotensi tertekan karena sebagian anggaran habis di luar kebutuhan teknis.

Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan. KPK juga membuka peluang pengembangan perkara ke pihak pemerintah provinsi dan kementerian, sebagaimana dilaporkan ANTARA.

Pengamat pengadaan menilai diperlukan perbaikan sistem, bukan hanya penindakan individu. Di antaranya penguatan pengawasan lelang, transparansi nilai kontrak, dan kanal pelaporan yang aman bagi penyedia jasa yang menolak membayar komitmen.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat peran inspektorat. Pengawasan internal dianggap lebih murah dan cepat dibanding penindakan yang baru muncul bertahun-tahun setelah proyek selesai dikerjakan.

Perbandingan dengan Perkara Lain

Sepanjang 2026, KPK menangani sejumlah perkara yang menyangkut pejabat di kementerian dan lembaga. Salah satunya perkara suap yang melibatkan eks ketua sebuah lembaga pengawas, yang pekan ini masuk tahap tuntutan.

Dalam perkara lain, KPK juga menelusuri dugaan keterlibatan oknum aktif di lingkungan institusi negara. Perkembangan itu membuat publik menuntut transparansi lebih besar dalam penanganan kasus korupsi sektor publik, seperti terlihat pada kasus BNPB yang menyeret surat KPK ke TNI.

Perbandingan tersebut menunjukkan pola serupa, yaitu penerimaan imbalan yang dibagi menurut jabatan. Sebelumnya, rubrik ini juga melaporkan tuntutan dua tahun bagi penyuap eks ketua Ombudsman dalam perkara yang berkaitan dengan perizinan tambang.

Apa yang Diketahui

Tujuh dari delapan tersangka ditahan sejak 22 Oktober 2026 untuk 20 hari pertama. Mereka adalah pejabat yang bertugas di BBPJN Sumatera Utara pada periode 2023 sampai 2025.

Nilai penerimaan yang terungkap berkisar Rp270 juta sampai Rp3,49 miliar per orang. Pembagian mengikuti jabatan, dengan porsi terbesar pada kepala BBPJN dan kepala satuan kerja.

Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT Juni 2025 yang menyangkut enam proyek jalan senilai Rp231,8 miliar. Lima tersangka awal sudah menjalani proses peradilan di Pengadilan Tipikor Medan.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

KPK belum merinci total nilai fee yang diduga mengalir dalam pengembangan perkara ini. Penyidik juga belum mengumumkan apakah ada pihak lain di luar delapan tersangka yang akan ditetapkan.

Besaran kerugian negara masih dalam penghitungan. Demikian pula status satu tersangka yang belum ditahan, karena proses pemanggilan kedua baru dijadwalkan pada 26 Oktober 2026.

Belum ada keterangan resmi mengenai sikap para tersangka terhadap sangkaan. Setiap orang tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

FAQ Seputar Kasus Jalan Sumut

Berapa tersangka yang ditahan KPK?

Tujuh orang ditahan untuk 20 hari pertama sejak 22 Oktober 2026. Satu tersangka lain belum ditahan karena tidak menghadiri pemeriksaan.

Berapa nilai fee terbesar yang diterima?

Penerimaan terbesar tercatat Rp3,49 miliar, diterima mantan kepala satuan kerja wilayah II BBPJN Sumatera Utara.

Apakah kasus ini terkait proyek yang sama dengan OTT 2025?

Ya. Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT 26 Juni 2025 yang menyangkut enam proyek jalan senilai sekitar Rp231,8 miliar.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga