Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: Harga Batu Bara Tembus US$154 per Ton

20 Oktober 2026 • zul • 32 kali dibaca
Aktivitas penambangan batu bara di Kutai Timur, Kalimantan Timur, dengan alat berat di area tambang
Consigliere Ivan, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Siapa yang Diuntungkan, Siapa yang Waspada

Kenaikan harga menguntungkan negara melalui penerimaan negara bukan pajak serta mendorong pengusaha menaikkan volume produksi. Pemerintah menyebut keuntungan harus berdampak pada rakyat melalui belanja dan program pembangunan.

Kalangan pelaku usaha tambang mengharapkan kepastian waktu penerapan relaksasi. Kepastian itu dibutuhkan sebelum perusahaan menyusun rencana pengangkutan dan kontrak penjualan jangka pendek.

Pemerhati sektor energi mengingatkan penambahan produksi harus dibarengi pengelolaan risiko lingkungan dan tata kelola izin. Penambahan kuota tanpa pengawasan bisa memperbesar persoalan reklamasi dan penerimaan daerah.

Asosiasi dan lembaga riset juga menyoroti pentingnya menjaga harga domestik agar tidak tergerus ekspor. Mereka meminta pemerintah memastikan kewajiban pasokan dalam negeri benar-benar dipenuhi sebelum volume ekspor dikerek.

Tata Atur
Iklan

Pemerintah menyebut kebijakan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi berkala. Evaluasi dilakukan dengan memantau harga acuan, kebutuhan pembangkit dalam negeri, serta tingkat produksi yang dilaporkan para pemegang izin.

Risiko Oversupply dan Tekanan Harga

Risiko utama dari penambahan produksi adalah pasokan berlebih yang justru menekan harga. Pemerintah menyebut hal itu sebagai alasan mengapa relaksasi dilakukan secara terbatas, bukan dengan menaikkan kuota besar-besaran.

Pengalaman sejumlah negara produsen menunjukkan harga batu bara bergerak cepat mengikuti siklus permintaan. Ketika permintaan pembangkit turun, kelebihan pasokan membuat harga terkoreksi dalam waktu singkat.

Karena itu, pemerintah memilih mengikuti perkembangan pasar sebelum memutuskan besaran tambahan kuota. Opsi yang disiapkan adalah penyesuaian bertahap sesuai kondisi harga dan kebutuhan pembangkit dalam negeri.

Apa yang Diketahui

Harga batu bara acuan untuk kalori tinggi mencapai sekitar US$154 per ton dan disebut tertinggi sejak 2023. Data pasar mencatat harga pada 16 Oktober 2026 di level US$154,6 per ton dengan kenaikan mingguan 2,72 persen.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah akan melakukan relaksasi terbatas terhadap produksi batu bara. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan.

Target produksi dalam RKAB 2026 sebelumnya dipatok sekitar 600 juta ton. Realisasi produksi pada 2025 tercatat 790 juta ton, sehingga masih ada ruang penyesuaian bila harga bertahan tinggi.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Besaran tambahan produksi yang akan disetujui belum diumumkan. Pemerintah juga belum merinci apakah relaksasi berlaku untuk seluruh pemegang izin atau hanya sebagian perusahaan dengan kriteria tertentu.

Jadwal penerapan kebijakan juga belum pasti. Bahlil tidak menyebut tenggat resmi penerbitan keputusan revisi RKAB maupun waktu berlakunya relaksasi tersebut.

Dampak pasti ke penerimaan negara belum bisa dihitung karena bergantung pada volume final dan harga rata-rata pada periode berjalan. Perubahan harga dalam beberapa pekan ke depan bisa mengubah hitungan itu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa harga batu bara acuan pada Oktober 2026?

Untuk batu bara kalori tinggi, harga berada di sekitar US$154 per ton. Data pasar mencatat level US$154,6 per ton pada perdagangan 16 Oktober 2026, tertinggi sejak September 2023.

Apakah kuota produksi batu bara sudah resmi dinaikkan?

Belum. Pemerintah menyatakan akan melakukan relaksasi terbatas, tetapi besaran tambahan produksi dan jadwal penerapannya belum diumumkan secara resmi.

Apa tujuan relaksasi produksi batu bara?

Tujuannya menambah devisa negara saat harga tinggi, tetap memenuhi kebutuhan domestik, dan menjaga keseimbangan pasokan serta permintaan agar harga tidak jatuh akibat produksi berlebih.

Sumber utama artikel ini adalah keterangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan yang dilaporkan CNBC Indonesia dan The Jakarta Post, data pasar batu bara dari CNBC Indonesia Research, serta paparan mengenai posisi Indonesia sebagai pemasok utama dunia dari Berita Prioritas. Konteks harga dan kebijakan sebelumnya dilengkapi dari pemberitaan SuaraLutim, termasuk harga batu bara China dan persetujuan RKAB 2026.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga