Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Politik

Tambang Luwu Timur Disorot Fraksi di APBD Perubahan

19 September 2026 • Admin
Rapat paripurna DPRD Luwu Timur membahas Ranperda Perubahan APBD 2026
Gambar: Dok. Dinas Kominfo SP Luwu Timur via Luwuraya

NasDem Minta Rekomendasi DPRD Ditindaklanjuti

Fraksi NasDem melalui juru bicaranya, Suwati, meminta berbagai catatan dan rekomendasi DPRD yang telah disampaikan sebelumnya ditindaklanjuti pemerintah. Fraksi ini menyoroti pemerataan pembangunan, pelayanan publik, infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, serta optimalisasi pendapatan daerah.

Sebelumnya, Fraksi PAN juga menyoroti SiLPA senilai Rp21,64 miliar dan meminta evaluasi atas sumbernya, sebagaimana diberitakan Luwuraya pada rangkaian pembahasan yang sama.

Bagi NasDem, persetujuan terhadap perubahan anggaran sebaiknya dibarengi komitmen pelaksanaan. Rekomendasi yang hanya berhenti di dokumen dikhawatirkan terulang pada periode anggaran berikutnya, terutama pada program yang menyentuh kebutuhan dasar warga di desa dan kecamatan.

Pandangan Umum Rapat Paripurna

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Luwu Timur, Ober Datte, didampingi Wakil Ketua I Jihadin Peruge dan Wakil Ketua II Harisah Suharjo. Lima fraksi yang menyampaikan pandangan akhir adalah NasDem, PDI Perjuangan, Gerakan Persatuan Rakyat (GPR), Golkar, dan PAN.

Meski seluruh fraksi menerima ranperda, nada catatan menunjukkan tuntutan yang sama: perubahan anggaran tidak berhenti pada pergeseran angka, tetapi berujung pada program yang terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Respons Wakil Bupati Puspawati Husler

Menanggapi seluruh pandangan fraksi, Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, menyambut baik masukan yang disampaikan DPRD. Menurutnya, dinamika pembahasan dan saran dari legislatif merupakan bagian penting dalam proses evaluasi bersama.

Ia menyatakan, melalui rekomendasi dan masukan dari seluruh fraksi, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur optimistis pelaksanaan APBD ke depan akan semakin tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Puspawati juga menegaskan bahwa masukan DPRD menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki pelaksanaan anggaran ke depan. Dengan demikian, persetujuan Ranperda Perubahan APBD 2026 tidak berhenti sebagai akhir proses pembahasan, tetapi menjadi pijakan untuk memperbaiki pelaksanaan program.

Memahami Arti Catatan Fraksi atas APBD Perubahan

APBD Perubahan adalah instrumen yang memungkinkan pemerintah daerah menyesuaikan anggaran di tengah tahun berjalan. Penyesuaian biasanya menyangkut proyeksi pendapatan, pergeseran belanja, dan penyesuaian kegiatan yang tidak lagi relevan dengan kondisi lapangan.

Karena sifatnya menyesuaikan, dokumen ini menjadi tempat pertama bagi DPRD melihat seberapa realistis target awal dibandingkan kenyataan. Di titik itu, catatan fraksi mengenai SiLPA, kualitas belanja, dan pelaksanaan proyek menjadi penanda apakah perubahan dilakukan untuk memperbaiki kinerja atau sekadar memindahkan anggaran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa isi catatan fraksi terhadap APBD Perubahan 2026 Luwu Timur?

Catatan mencakup pengelolaan fiskal, SiLPA Rp21,64 miliar, optimalisasi pendapatan daerah, kualitas belanja pendidikan dan kesehatan, sarana pendidikan, pengawasan proyek jalan Tarengge–Batas Kota Malili, hingga ketergantungan pada sektor pertambangan.

Apakah APBD Perubahan 2026 Luwu Timur sudah disetujui?

Ya. Lima fraksi DPRD menerima dan menyetujui Ranperda Perubahan APBD 2026 untuk ditetapkan menjadi Perda, disertai catatan dan rekomendasi masing-masing fraksi.

Mengapa sektor tambang menjadi sorotan fraksi?

Karena ketergantungan ekonomi daerah pada sektor pertambangan dinilai berkaitan dengan risiko fiskal jangka menengah, sehingga perlu diimbangi penguatan sektor lain.

Apa yang Perlu Ditunggu Setelah Persetujuan

Setelah ranperda disetujui, perhatian publik biasanya bergeser ke tiga hal: realisasi program yang dianggarkan, penanganan penyebab SiLPA, dan kelanjutan pembangunan infrastruktur yang waktunya terbatas.

Bagi Luwu Timur, agenda pembangunan tidak hanya berbicara soal anggaran. Berbagai program berjalan di lapangan, mulai dari normalisasi Sungai Malili hingga pengembangan blok tambang baru yang ditargetkan beroperasi pada 2029. Pembahasan anggaran di DPRD menjadi penanda bahwa sektor pertambangan tetap menjadi bagian penting dalam perhitungan fiskal daerah, sekaligus alasan mengapa diversifikasi ekonomi menjadi pekerjaan rumah jangka panjang.

Sumber: Luwuraya — Lima Fraksi Soroti APBD Perubahan Lutim, Ini Respons Wabup Luwu Timur.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga