Jumat, 23 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: 17 Kota Bidik Sampah Jadi Listrik

22 Oktober 2026 • zul • 32 kali dibaca
Tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantar Gebang, Bekasi, ilustrasi pengelolaan sampah kota
22Kartika, CC BY-SA 3.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Teknologi dan Standar Emisi

Fasilitas PSEL memakai teknologi moving grate incinerator dengan sistem pengendalian pencemaran udara berlapis. Teknologi itu dipilih sesuai karakter sampah Indonesia. Fungsinya memperkecil volume sampah dalam waktu singkat.

Desainnya mengacu pada standar Uni Eropa melalui Industrial Emissions Directive. Standar itu termasuk yang paling ketat di dunia untuk pembangkit berbasis pembakaran. Pemerintah berharap pilihan teknologi ini meredam kekhawatiran soal polusi.

Meski begitu, pengawasan emisi tetap menjadi pekerjaan rumah. Pembangkit sampah menghasilkan abu dan gas buang yang harus dikelola hati-hati. Kualitas pengendalian pencemaran menentukan apakah proyek ini benar-benar ramah lingkungan.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Target Pengurangan Sampah Nasional

Program PSEL diarahkan menurunkan volume sampah hingga 33.000 ton per hari pada 2029. Angka itu setara sekitar 22,5 persen dari total timbulan sampah harian nasional. Target tersebut dirilis Indonesia Business Post dari keterangan penyelenggara program.

Enam proyek yang disiapkan untuk tender mencakup Lampung Raya, Bekasi, Medan Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, dan Serang Raya. Kapasitas gabungannya diperkirakan sekitar 7.000 ton sampah per hari. Setiap fasilitas berkapasitas 1.000 ton per hari dapat menghasilkan sekitar 25 megawatt listrik.

Menurut laporan IDNFinancials, Danantara sudah menetapkan mitra untuk 11 lokasi hingga Juli 2026. Perusahaan menargetkan enam mitra tambahan sampai akhir 2026. Proyek Bali dilaporkan sudah mencapai sekitar 19 persen progres konstruksi.

Apa yang Diketahui

Danantara menargetkan 15 sampai 17 kota memiliki fasilitas sampah menjadi energi pada akhir 2028 atau pertengahan 2029. Tiga proyek sudah dibangun, delapan menjalani studi kelayakan, dan empat disiapkan untuk tender. Program berjalan di bawah Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

PSEL Bogor Raya 1 berkapasitas 1.500 ton per hari dengan investasi Rp2,8 triliun. Fasilitas itu ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Harga listrik ditetapkan 0,20 dolar Amerika per kilowatt jam.

Sebanyak 34 lembaga keuangan dipilih menjadi panel pemberi pinjaman. Lebih dari separuh di antaranya institusi global. Jangkauan program bisa melewati 30 kabupaten dan kota bila daerah penyangga dihitung.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Daftar lengkap 17 kota belum dipublikasikan. Delapan kota yang menjalani studi kelayakan juga belum disebut satu per satu. Tanpa daftar itu, publik belum bisa menilai kesiapan tiap daerah.

Nilai investasi total program belum diumumkan. Angka Rp2,8 triliun baru berlaku untuk satu fasilitas di Bogor. Total kebutuhan modal untuk 17 lokasi jelas jauh lebih besar.

Skema tarif sampah yang dibebankan ke warga belum dijelaskan. Pemerintah daerah masih harus merancang sumber pendapatan untuk biaya operasi. Tanpa skema itu, keberlanjutan proyek bergantung pada penjualan listrik semata.

Tantangan di Lapangan

Pasokan sampah harus stabil sepanjang tahun. Volume sampah yang fluktuatif bisa mengganggu kinerja pembangkit. Pemilahan dari rumah tangga menjadi penentu mutu bahan bakar.

Penerimaan warga sekitar lokasi juga perlu dijaga. Proyek pembangkit sampah sering menghadapi penolakan karena kekhawatiran bau dan asap. Sosialisasi dan pemantauan emisi terbuka bisa menurunkan resistensi.

Pemerintah daerah dituntut menyiapkan tempat pembuangan yang tertata. Pengalaman daerah lain bisa menjadi rujukan, misalnya artikel tentang Luwu Timur meraih terbaik pertama pengelolaan sampah Sulawesi. Inovasi skala rumah tangga juga dibahas dalam artikel tabung sirkula Pangkep untuk sampah rumah.

FAQ Seputar Program Sampah Jadi Energi

Berapa kota yang ditargetkan punya fasilitas sampah jadi energi?

Danantara menargetkan 15 sampai 17 kota besar memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Target waktu yang disebut adalah akhir 2028 hingga pertengahan 2029. Saat ini tiga proyek sudah masuk tahap konstruksi.

Berapa kapasitas fasilitas Bogor Raya 1?

Fasilitas itu dirancang mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari. Nilai investasinya Rp2,8 triliun dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Proyek ini diperkirakan menciptakan hingga 1.200 lapangan kerja.

Berapa harga listrik dari pembangkit sampah?

Perjanjian jual beli listrik dengan PLN menetapkan harga 0,20 dolar Amerika per kilowatt jam untuk semua kapasitas. Skema itu mengikuti Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Harga tetap ini memberi kepastian pendapatan bagi pengembang proyek.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga