Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Indonesia: Pasar Nikel Global Tumbuh 21,39 Persen

18 Oktober 2026 • zul • 27 kali dibaca
Kawasan industri Morowali sebagai ilustrasi pengolahan nikel di Indonesia
Kementerian PUPR, domain publik, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Wacana Moratorium Smelter Produk Antara

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah sedang mengkaji moratorium bagi smelter yang hanya menghasilkan produk antara. Kebijakan itu dimaksudkan mengendalikan ancaman kelebihan pasokan nikel dunia yang mencapai sekitar 2,5 juta ton.

Menurut dia, hilirisasi seharusnya berujung pada nilai tambah penuh di dalam negeri. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian ESDM pada Jumat, 17 Oktober 2026. Dengan moratorium, pemerintah ingin mendorong smelter bergerak ke produk yang lebih hilir.

Wacana itu menuai perhatian pelaku usaha karena menyangkut investasi besar. Smelter yang sudah terlanjur dibangun dengan skema produk antara berisiko menghadapi pembatasan. Di sisi lain, pemerintah menilai perlu ada koreksi agar ekspansi tidak sekadar menambah kapasitas bahan setengah jadi.

Risiko Kelebihan Pasokan dan Harga

Kelebihan pasokan menjadi persoalan yang membayangi industri nikel sejak beberapa tahun terakhir. Ketika produksi tumbuh lebih cepat daripada permintaan, harga cenderung tertekan. Produsen dengan biaya tinggi akan paling terdampak.

Tata Atur
Iklan

SuaraLutim juga pernah memberitakan bahwa produksi nikel olahan Indonesia berpotensi turun pada 2026. Penurunan itu dipengaruhi kebijakan kuota serta kondisi pasar. Dengan proyeksi permintaan jangka panjang yang naik, penurunan jangka pendek menjadi semacam jeda, bukan pembalikan arah.

Di pasar, jeda produksi biasanya tercermin pada penurunan pengapalan dan pelemahan harga bijih. Namun, respons pelaku usaha berbeda-beda tergantung struktur biaya. Perusahaan dengan biaya produksi rendah lebih mampu bertahan ketika harga melemah.

Karena itu, strategi produk akhir menjadi jalan keluar yang paling sering disebut. Produk akhir memberi nilai tambah lebih besar dan lebih tahan terhadap fluktuasi harga bahan mentah. Namun, strategi itu menuntut investasi teknologi dan sumber daya manusia yang tidak kecil.

Apa yang Diketahui

Shanghai Metals Market memproyeksikan permintaan nikel global naik 21,39 persen dari 3.717 kiloton pada 2026 menjadi 4.512 kiloton pada 2031. Sektor baterai dan baja nirkarat menjadi pendorong utama. Proyeksi itu dipublikasikan melalui pemberitaan ANTARA dan Suara.com.

INDEF dan IMA menilai hilirisasi perlu diperdalam hingga produk akhir. Pemerintah melalui MIND ID, ANTAM, dan IBC mengembangkan pabrik baterai di Karawang berkapasitas awal 6,9 GWh. Proyek terpadu juga dibangun di kawasan Weda Bay, Halmahera Tengah.

Pemerintah sedang mengkaji moratorium smelter yang hanya menghasilkan produk antara. Wacana itu muncul karena kelebihan pasokan nikel dunia diperkirakan mencapai 2,5 juta ton. Pernyataan disampaikan Menko Bahlil Lahadalia pada 17 Oktober 2026.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Belum ada keputusan resmi mengenai bentuk dan waktu penerapan moratorium smelter produk antara. Pemerintah masih menyebutnya sebagai kajian. Belum diketahui apakah kebijakan itu berlaku untuk smelter baru atau juga smelter yang sudah beroperasi.

Belum ada rincian resmi mengenai dampak proyeksi permintaan terhadap harga nikel dunia. Proyeksi lembaga pemantau pasar tidak selalu sejalan dengan pergerakan harga jangka pendek. Belum ada pula pernyataan resmi soal target produksi nikel setelah revisi RKAB diumumkan.

Belum ada konfirmasi mengenai jadwal operasi penuh pabrik baterai Karawang. Target ekspansi 15 GWh disebut sebagai rencana, bukan realisasi. Semua angka kapasitas itu perlu dibaca sebagai target yang masih berjalan.

FAQ

Berapa proyeksi pertumbuhan permintaan nikel global?

Shanghai Metals Market memproyeksikan kenaikan 21,39 persen, dari 3.717 kiloton nikel pada 2026 menjadi 4.512 kiloton nikel pada 2031.

Apa yang dimaksud produk akhir dalam hilirisasi nikel?

Produk akhir adalah barang jadi seperti baterai atau material katoda, bukan produk antara seperti feronikel atau mixed hydroxide precipitate. Produk akhir memberi nilai tambah lebih besar.

Mengapa pemerintah mengkaji moratorium smelter?

Pemerintah ingin mengendalikan kelebihan pasokan nikel dunia yang diperkirakan mencapai 2,5 juta ton. Moratorium diarahkan agar smelter menghasilkan produk yang lebih hilir.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga