Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Tambang Nasional: PNBP Minerba Rp127,74 T per Oktober

23 Oktober 2026 • zul • 36 kali dibaca
Kawasan industri nikel Morowali di Sulawesi Tengah dengan cerobong dan fasilitas pengolahan
Foto: Kementerian PUPR / Wikimedia Commons (domain publik)
ASM Group
Iklan

Nikel Ikut Naik meski Produksi Dibatasi

Nilai ekspor nikel hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 24,55 miliar dolar Amerika Serikat. Angka itu naik dibanding periode Januari sampai Agustus 2025 yang tercatat 21,22 miliar dolar. Kenaikan terjadi meski produksi bijih nikel dipangkas cukup dalam.

Kebijakan pembatasan produksi nikel sempat menuai kritik dari sejumlah kalangan. Asosiasi industri menilai pemangkasan bisa menekan serapan tenaga kerja dan penerimaan daerah. Pemerintah menjawab bahwa harga nikel yang stabil lebih penting daripada volume yang besar tanpa nilai.

Isu hilirisasi juga masih menjadi pekerjaan rumah. Smelter dalam negeri belum sepenuhnya menyerap bijih yang diproduksi, sehingga sebagian masih dikirim mentah. Pemerintah menyebut percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sebagai prioritas. Latar belakang kebijakan cadangan mineral bisa dibaca pada artikel Tambang Nasional: Lima IUP Simpan Cadangan Rp5.400 T.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Kilang Balikpapan dan Upaya Tekan Impor

Di sisi energi, Bahlil meminta percepatan operasional penuh Kilang Refinery Development Master Plan Pertamina Balikpapan. Ia menyatakan proyek itu secara keseluruhan sudah mencapai 99 persen. Namun masih ada persoalan teknis pada beberapa peralatan baru yang membuat produksi belum maksimal.

Permintaan itu disampaikan setelah ia mengunjungi kilang pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kunjungan dilakukan setelah peresmian penerimaan gas Jangkrik North East #6 dan fasilitas produksi Lapangan Maha-South Hub di lepas pantai Kalimantan Timur. Menurutnya, sisa pekerjaan berupa penyesuaian teknis dan commissioning, seperti dilaporkan ANTARA.

Kilang Balikpapan disiapkan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak. Jika beroperasi penuh, kapasitas pengolahan dan kualitas produk akan meningkat. Dampaknya terasa pada neraca dagang dan ketahanan pasokan dalam negeri.

Stok BBM dan Distribusi ke Daerah

Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak nasional dalam kondisi aman. Bahlil menyebut stok Pertalite berada di kisaran 16 sampai 18 hari. Untuk produk lain, cadangan disebut berada di atas standar minimum nasional.

Ia juga menjelaskan bahwa kelangkaan bahan bakar di Bali beberapa waktu lalu bukan disebabkan kekurangan stok nasional. Persoalannya adalah keterlambatan kedatangan kapal dari Jawa Timur. Setelah penanganan dilakukan, stok di Bali dilaporkan kembali mencapai 12 hari.

Pemerintah mengaku terus mengantisipasi hambatan distribusi akibat cuaca dan kondisi geografis. Pendangkalan sungai di Kalimantan dan wilayah Asmat, Papua, menjadi perhatian. Selain itu, cadangan gas elpiji nasional dilaporkan di atas rata-rata 13 hari.

Cara Membaca Data PNBP Minerba

Penerimaan negara bukan pajak dari sektor minerba terdiri dari royalti, penjualan hasil tambang, dan pungutan lain. Besarannya dipengaruhi harga komoditas, volume produksi, dan kurs. Karena itu, satu bulan yang kuat belum tentu berlanjut ke bulan berikutnya.

Pembaca juga perlu membedakan PNBP dengan devisa hasil ekspor. PNBP masuk ke kas negara, sedangkan devisa merupakan nilai transaksi ekspor yang sebagian besar diterima perusahaan. Devisa hasil ekspor wajib ditempatkan di dalam negeri sesuai aturan, tetapi bukan berarti menjadi pendapatan pemerintah.

Ketiga, bandingkan angka dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbandingan bulanan bisa menyesatkan karena siklus pengapalan dan fluktuasi harga. Data Januari sampai Oktober lebih layak dipakai untuk menilai tren.

Risiko dan Hal yang Belum Terkonfirmasi

Risiko utama adalah pelemahan harga batu bara di pasar internasional. Jika harga turun tajam pada November dan Desember, target Rp165 triliun sulit dicapai. Pelemahan ekonomi China sebagai pembeli utama juga menjadi faktor yang perlu dicermati.

Risiko kedua adalah produksi yang terlalu ketat. Pemangkasan kuota bisa menjaga harga, tetapi berlebihan akan mengganggu pasokan domestik, terutama untuk pembangkit listrik. Pemerintah menyatakan akan melakukan relaksasi terukur bila diperlukan.

Beberapa hal masih belum terkonfirmasi. Pemerintah belum memublikasikan rincian PNBP per komoditas untuk Oktober 2026. Rincian kontribusi harga versus volume pada kenaikan nilai ekspor juga belum dijelaskan. Begitu pula realisasi devisa hasil ekspor batu bara sampai akhir tahun.

FAQ Seputar PNBP Minerba 2026

Berapa realisasi PNBP minerba sampai Oktober 2026?
Realisasi tercatat Rp127,74 triliun, mendekati target APBN sekitar Rp133,63 triliun.

Kenapa nilai ekspor batu bara naik padahal volume turun?
Harga jual yang lebih tinggi menutup penurunan volume. Pemerintah menyebutnya sebagai hasil pengaturan pasokan dan permintaan.

Apakah angka Rp160 triliun sudah terealisasi?
Belum. Angka itu merupakan proyeksi yang disampaikan Menteri ESDM, bukan realisasi penerimaan hingga Oktober.

Secara keseluruhan, sektor minerba masih menjadi penopang penting penerimaan negara. Strategi menahan produksi terbukti menaikkan nilai ekspor pada periode ini. Ujian sesungguhnya datang pada dua bulan terakhir, ketika harga dan permintaan global bisa berubah cepat.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga