Peluang Tuan Rumah MTQ Provinsi
Dalam forum yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Timur menyampaikan bahwa Luwu Timur berpeluang besar ditunjuk kembali sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang rencananya digelar pada Mei mendatang.
Peluang itu bukan hanya soal prestise. Menjadi tuan rumah MTQ berarti kesiapan venue, akomodasi, transportasi, dan keterlibatan UMKM lokal. Bagi pesantren, agenda ini membuka ruang bagi santri untuk tampil di tingkat provinsi.
Kesiapan semacam itu menuntut kerja bertahap. Pembinaan qari dan qariah, penyediaan sarana, serta koordinasi lintas instansi perlu dimulai jauh sebelum acara. Di titik inilah dukungan legislatif dibutuhkan, terutama ketika usulan kegiatan masuk ke pembahasan anggaran.
Fraksi PAN menempatkan pendidikan dan penguatan SDM sebagai salah satu perhatian dalam pembahasan kebijakan anggaran. Arah itu sejalan dengan kebutuhan pesantren yang membutuhkan kepastian dukungan, bukan hanya perhatian pada momen peringatan.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Mengapa Pesantren Relevan bagi Pembangunan Daerah
Pesantren di Luwu Timur bukan lembaga yang berdiri di luar arus pembangunan. Ia bagian dari kehidupan warga sejak lama, dan karena itu layak mendapat perhatian kebijakan yang terukur, bukan perhatian musiman. Banyak di antaranya menjadi pusat kegiatan masyarakat: tempat belajar, tempat musyawarah warga, dan kadang menjadi rujukan penyelesaian persoalan sosial di desa.
Kontribusinya pada sumber daya manusia juga nyata, antara lain terlihat dari sembilan santri Pondok Pesantren Tomoni yang menghafal 30 juz. Santri yang menempuh pendidikan di pondok belajar disiplin, kemandirian, dan keteraturan hidup. Nilai-nilai itu menjadi bekal ketika mereka masuk ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan tinggi.
Karena itu, dukungan terhadap pesantren sebaiknya diarahkan pada hal yang berkelanjutan: kualitas pengajar, kelayakan ruang belajar, akses air bersih, dan sarana pendukung. Bantuan yang bersifat sesaat mudah habis, sementara perbaikan sarana memberi dampak bertahun-tahun.
Jejak kerja serupa juga terlihat pada penyerapan aspirasi warga di Angkona–Kalaena oleh Abdul Halim. Bagi Fraksi PAN, kerja legislatif di bidang ini berjalan melalui dua jalur: memastikan aspirasi pesantren terdokumentasi dalam pembahasan anggaran, dan mengawasi agar program yang disepakati benar-benar berjalan di lapangan.
FAQ: PAN Luwu Timur dan Pendidikan Pesantren
Siapa Nurchalis Azis dan apa perannya?
Nurchalis Azis, M.Pd adalah anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur dari Fraksi PAN yang menjabat Sekretaris Komisi I Bidang Pemerintahan, dengan daerah pemilihan Luwu Timur 3 (Wotu–Burau). Ia hadir dalam silaturahmi Bupati dengan pimpinan pondok pesantren dan madrasah pada 13 Oktober 2026.
Berapa lembaga pendidikan keagamaan di Luwu Timur?
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur mencatat 86 lembaga pendidikan yang dibina, dengan santri dan siswa sekitar 8.000 orang tersebar di seluruh kecamatan.
Apakah Hari Santri Nasional 2026 dipusatkan di tingkat kabupaten?
Ya. Atas usulan para ustadz dan pimpinan pondok, Bupati Luwu Timur menyetujui peringatan Hari Santri Nasional dipusatkan di tingkat kabupaten, berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar terpisah di masing-masing pondok.
Sumber: Input Rakyat, laporan silaturahmi Bupati Luwu Timur dengan pengelola pondok pesantren dan madrasah, 13 Oktober 2026; Sarambang.id, susunan pimpinan dan anggota lima fraksi DPRD Luwu Timur 2024–2029.
Baca juga
- Andi Amar Ma’ruf Sulaiman: Kursi Banggar dan APBN 2027
- PAN Luwu Timur: Rivaldi Bawa Pandangan Fraksi di APBD 2027
- PAN Luwu Timur: Fraksi PAN Awasi Jawaban Bupati RAPBD 2027
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.


