Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Advertorial

Andi Amar dan Kader Muda untuk Koperasi Desa Luwu Timur

25 Oktober 2026 • Admin • 60 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman dan Jalur Kaderisasi HIPMI Sulawesi Selatan

Andi Amar Ma’ruf Sulaiman adalah Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra yang duduk di Komisi III, dengan daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Luwu Timur bukan daerah pemilihannya. Di luar parlemen, ia menjabat Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulawesi Selatan masa bakti 2024–2027, organisasi yang membawahi HIPMI kabupaten dan kota, termasuk HIPMI Luwu Timur.

Lewat struktur itu, agenda yang berjalan di Makassar punya jalur ke daerah. Salah satu yang paling jelas adalah HIPMI Institute Sulawesi Selatan. Badan otonom itu melantik 113 pengurus periode 2026–2028 di Hotel MaxOne Makassar pada Sabtu (2/5/2026), dan pelantikannya dilakukan langsung oleh Andi Amar. Lembaga itu bekerja dengan tagline “skill up founder, scale up bisnis”: kapasitas pengusaha dinaikkan lebih dulu, pertumbuhan usaha menyusul.

Yang membuat posisi Sulawesi Selatan penting adalah penetapannya sebagai hub Kawasan Timur Indonesia. Ketua DPP HIPMI Institute, Rizkha Gita Miranti, menyebut posisi itu menjadikan Sulsel pusat pengembangan kapasitas, jejaring, dan inovasi bagi pengusaha muda di Indonesia timur. Bagi kader di kabupaten seperti Luwu Timur, artinya pelatihan tidak lagi selalu berarti pergi ke Jakarta.

Andi Amar sendiri berulang kali menekankan agar program organisasi tidak berhenti pada seremoni. Saat membuka Rapat Kerja Daerah XVI BPD HIPMI Sulawesi Selatan di Toraja, 11–13 April 2025, ia meminta pengurus menyusun program kerja yang benar-benar bisa dijalankan dan hasilnya terukur, bukan rencana besar yang berhenti di kertas. Arahan semacam itu masuk akal untuk koperasi: yang diuji bukan jumlah pelatihan, melainkan apakah pengelola koperasi bisa menutup buku dengan rapi setiap bulan.

Tata Atur
Iklan

Empat Keterampilan yang Paling Dibutuhkan

Dari pengalaman pembinaan usaha kecil, ada empat kemampuan yang paling sering menjadi penghambat ketika sebuah koperasi mulai beroperasi.

  • Pembukuan terpisah. Uang usaha dan uang rumah tangga harus dipisahkan sejak hari pertama, karena dari situ terlihat apakah koperasi untung atau hanya berputar.
  • Manajemen persediaan. Koperasi desa menjual barang cepat habis seperti beras, gula, dan minyak. Tanpa pencatatan stok, selisih barang baru ketahuan saat stok opname dan sudah menjadi kerugian.
  • Pengadaan dan distribusi. Koperasi harus tahu dari mana barang dibeli, berapa waktu kirim, dan bagaimana biaya angkut dihitung agar harga jual tetap masuk akal bagi warga.
  • Pelaporan dan digitalisasi. Data transaksi koperasi desa tercatat dalam sistem informasi manajemen koperasi desa. Pengelola yang melek aplikasi akan jauh lebih cepat menyiapkan laporan.

Keterampilan kepemimpinan menutup daftar itu. Pengurus koperasi berhadapan dengan anggota yang mengenalnya secara pribadi, sehingga kemampuan menjelaskan keputusan sama pentingnya dengan kemampuan menghitung. Bagian inilah yang paling sulit dilatih sendiri, dan di situ organisasi pengusaha punya peran.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Langkah Praktis bagi Pelaku Usaha Muda Luwu Timur

Bagi pelaku usaha di Luwu Timur, gelombang koperasi desa bisa dibaca sebagai pasar baru, bukan sebagai pesaing. Ada beberapa langkah yang bisa dimulai pekan ini tanpa menunggu program resmi turun.

  1. Masuk sebagai anggota koperasi desa di wilayah sendiri. Anggota punya suara dalam pemilihan pengurus dan akses informasi harga barang.
  2. Tawarkan produk ke gerai koperasi. Produk olahan pangan, kerajinan, dan hasil kebun bisa masuk rak koperasi bila kualitas dan pasokan stabil.
  3. Rapikan legalitas dasar. Nomor Induk Berusaha dan pencatatan penjualan sederhana membuat usaha lebih mudah diterima sebagai mitra.
  4. Ikuti jalur pelatihan yang tersedia. Kelas HIPMI Institute terbuka mulai dari tingkat gratis, dan informasi program biasanya mengalir lewat pengurus HIPMI kabupaten/kota.

Untuk pembiayaan, jalur organisasi juga terbuka. HIPMI Sulawesi Selatan dan Bank Syariah Indonesia menyepakati kerja sama pembiayaan bagi pengusaha muda pada awal Oktober 2026, meski ketentuan teknisnya masih menunggu petunjuk pelaksanaan. Bagi usaha yang baru berdiri, kesiapan berkas tetap penentu utama, jauh sebelum plafon dibicarakan, seperti tergambar dalam ulasan soal graduasi KUR di Luwu Timur.

Catatan Redaksi

Perlu dinyatakan terbuka: sampai artikel ini disusun pada 25 Oktober 2026, tidak ada agenda resmi baru Andi Amar Ma’ruf Sulaiman yang bisa dikutip untuk hari ini, dan tidak ada pernyataan khusus darinya soal koperasi desa di Luwu Timur. Yang dipakai dalam tulisan ini adalah data resmi pemerintah kabupaten, data Kementerian Koperasi, serta fakta organisasi HIPMI Sulawesi Selatan yang sudah terbit di media.

Kerangka berpikirnya sederhana. Koperasi desa di Luwu Timur sudah berdiri; yang belum selesai adalah menyiapkan orang yang menjalankannya. Selama celah itu ada, pelatihan pengelola menjadi pekerjaan yang tidak boleh ditunda, dan organisasi pengusaha muda punya kepentingan langsung agar celah itu tertutup.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah Andi Amar Ma’ruf Sulaiman anggota DPR dari Luwu Timur?

Bukan. Ia Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Gerindra yang duduk di Komisi III, dengan daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Kaitannya dengan Luwu Timur datang dari jabatannya sebagai Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Selatan 2024–2027, organisasi yang membawahi HIPMI Luwu Timur.

Berapa koperasi desa di Luwu Timur yang bangunannya sudah rampung?

Hingga 29 September 2026, sebanyak 77 koperasi desa/kelurahan Merah Putih dari 128 desa dan kelurahan sudah memiliki bangunan fisik rampung, enam masih dalam proses pembangunan, dan 68 koperasi sudah menerima kendaraan operasional.

Apakah pelaku usaha di Luwu Timur bisa ikut program HIPMI Sulawesi Selatan?

Bisa, lewat dua jalur. Pertama, menjadi anggota HIPMI di cabang kabupaten/kota. Kedua, mengikuti kelas HIPMI Institute Sulawesi Selatan yang dibuka berjenjang, mulai dari kelas gratis sampai pelatihan intensif.

Sumber: Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (inputrakyat.co.id, 6 Oktober 2026), Patikala.com (8 Oktober 2026), ANTARA (data Kementerian Koperasi, dashboard Simkopdes per 16 Oktober 2026; keterangan Menko Pangan), ANTARA Sulawesi Selatan (pelantikan HIPMI Institute Sulawesi Selatan, 2 Mei 2026).

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

Gambar: Dok. Linisulsel.com (Seminar Perkoperasian, Gedung Ontae Luwu Sorowako, 8 Oktober 2026).

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga